Drone Termal Pantau Distrik Sumuri, Polisi Pastikan Nihil Titik Api
- 14 Sep 2026 08:36 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Distrik Sumuri terus diperkuat. Polres Teluk Bintuni bersama tim keamanan dan pemadam kebakaran LNG Tangguh melakukan patroli udara menggunakan drone termal untuk mendeteksi potensi titik api di kawasan LNG Tangguh dan pertigaan Saengga, Minggu 13 September 2026.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus respons cepat dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Teluk Bintuni Nomor Sprin/373/IX/OPS.2.2./2026/Bagops serta direktif tanggal 3 September 2026 terkait penanganan karhutla,” ujar Kapolres.
Kegiatan diawali pukul 08.00 WIT dengan koordinasi di Pos Log Pond bersama tim Security dan pemadam kebakaran LNG Tangguh. Sebanyak delapan personel gabungan diterjunkan, terdiri dari empat personel Polres Teluk Bintuni dan empat personel LNG Tangguh.
Tim didukung satu unit kendaraan operasional Hilux dan dua unit drone termal yang digunakan untuk menyisir sejumlah area rawan kebakaran di Distrik Sumuri.
Hasil pemantauan udara hingga pukul 14.00 WIT menunjukkan tidak ditemukan adanya titik api baik di kawasan LNG Tangguh maupun di pertigaan Saengga. Kondisi tersebut menandakan situasi wilayah masih aman dari ancaman karhutla.
Setelah patroli udara berakhir, personel gabungan melanjutkan kegiatan dengan patroli darat guna memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali. Pemantauan berkala dan sinergi antarinstansi akan terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, Kasihumas Polres Teluk Bintuni Iptu Ludfi Hakim Iha mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat kampung apabila menemukan titik api maupun potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ludfi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....