Medan Ekstrem Hambat Pencarian Korban Hanyut di Air Terjun Memti
- 21 Jul 2026 20:19 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari – Memasuki hari keempat operasi pencarian korban hanyut di kawasan wisata Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, tim gabungan masih belum menemukan Suriyanto Tuwing Idorway yang hilang setelah terseret arus sungai. Kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam proses pencarian, Selasa 21 Juli 2026.
Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Dr. Bernadus Okoka, memimpin apel konsolidasi sebelum operasi dimulai. Ia mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

"Pencarian tetap dilakukan secara maksimal, namun faktor keselamatan personel menjadi prioritas. Seluruh anggota harus bekerja sesuai prosedur mengingat kondisi medan sangat berat dan arus sungai cukup berbahaya," kata AKBP Bernadus Okoka.
Dari Mako Polsek Anggi, tim gabungan bergerak menuju Kampung Sisrang sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian. Akses menuju Air Terjun Memti tidak dapat dilalui kendaraan hingga titik akhir karena sebagian badan jalan mengalami longsor dan putus. Seluruh personel kemudian berjalan kaki sekitar dua hingga tiga kilometer melewati jalur berbukit dan terjal.

Di lokasi pencarian, Basarnas memanfaatkan drone dan kamera termal untuk memetakan aliran sungai. Hasil pemantauan menunjukkan adanya percabangan sungai dengan arus deras serta bebatuan besar di bagian hilir yang menjadi fokus penyisiran. Tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas kemudian menyisir aliran sungai secara bertahap di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.

Korban, Suriyanto Tuwing Idorway, warga Kabupaten Kaimana, dilaporkan hanyut saat berupaya membantu salah seorang rekannya yang tergelincir ketika menyeberangi sungai di kawasan Air Terjun Memti. Rekan korban berhasil diselamatkan, sementara korban terseret arus deras dan hilang. Dua saksi sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum meminta bantuan warga Kampung Sisrang dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat.
Operasi pencarian hari keempat melibatkan sekitar 40 personel Polres Pegunungan Arfak, enam personel Koramil 1812-01 Anggi, tujuh personel Basarnas, unsur keluarga korban, serta didukung berbagai pihak terkait. Pencarian dihentikan sementara pada pukul 15.30 WIT karena keterbatasan waktu dan kondisi cuaca. Tim gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan harapan korban segera ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....