Media Sosial Jadi Ruang Baru Kenalkan Seni Tradisional Papua

  • 03 Sep 2026 18:06 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Perkembangan teknologi digital dimanfaatkan Sanggar Iriantos untuk memperluas pengenalan seni dan budaya Papua kepada masyarakat. Media sosial dinilai mampu membawa pertunjukan tradisional keluar dari ruang pentas dan menjangkau penonton yang lebih luas.

Seniman Tari dan Musik Tradisional Papua, Wellem Yomaki, mengatakan promosi seni budaya kini tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan secara langsung. Sanggar juga menggunakan sejumlah platform digital untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat.

“Ya, kita menggunakan media sosial ini untuk promosi seni budaya. Tidak saja di Facebook tetapi juga di YouTube. Itu banyak sekali kita memperkenalkan budaya Papua kita di sana,” ujar Wellem, pada Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, pemanfaatan media digital memberikan respons positif terhadap aktivitas Sanggar Iriantos. Apresiasi tidak hanya datang dari masyarakat di Manokwari, tetapi juga dari seniman dan budayawan yang berada di luar Papua.

Wellem menilai media sosial dapat menjadi sarana penting untuk memperkenalkan tari dan musik tradisional kepada generasi muda. Konten digital juga memungkinkan anak-anak muda melihat kembali karya budaya mereka melalui platform yang memang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, penggunaan teknologi tetap perlu disertai pemahaman terhadap nilai budaya. Menurut Wellem, promosi melalui media digital tidak boleh menghilangkan identitas maupun makna yang melekat pada setiap karya seni tradisional Papua.

Ia berharap semakin banyak sanggar memanfaatkan teknologi untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan karya mereka. Dengan begitu, seni tradisional tidak hanya bertahan di ruang pertunjukan, tetapi juga memiliki jejak digital yang dapat diakses masyarakat luas.

Bagi Wellem, kehadiran media sosial justru dapat menjadi peluang bagi seni tradisional untuk bersaing di tengah derasnya arus konten global. Karya budaya Papua dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda tanpa meninggalkan akar tradisinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....