Pertuni Harap RRI Perluas Ruang Partisipasi Penyandang Disabilitas

  • 08 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia diharapkan semakin membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan siaran. Pelibatan tersebut dinilai dapat memperkuat fungsi RRI sebagai media publik yang hadir untuk seluruh masyarakat.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia atau Pertuni Papua Barat, Septinus Manggaprouw, mengatakan kelompok tunanetra membutuhkan ruang untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai kehidupan dan aktivitas mereka kepada masyarakat luas.

Menurut Septinus, masih terdapat masyarakat yang belum memahami secara utuh mengenai kondisi dan kehidupan penyandang tunanetra. Karena itu, media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik melalui informasi yang edukatif.

“Saya berharap di usia yang 81 tahun ini RRI bisa memberikan dampak atau memberikan semacam harapan pasti buat kami penyandang disabilitas,” kata Septinus, Selasa, 8 September 2026.

Ia berharap kegiatan maupun program yang dijalankan penyandang disabilitas dapat memperoleh ruang pemberitaan dan penyampaian informasi melalui RRI. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui aktivitas, kebutuhan, serta kontribusi kelompok disabilitas dalam kehidupan sosial.

Menurutnya, keterlibatan penyandang tunanetra dalam siaran juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan keberadaan mereka kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan secara langsung diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pemahaman mengenai penyandang disabilitas.

Septinus menambahkan, keterbukaan ruang komunikasi akan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi sekaligus menyampaikan aspirasi. RRI diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang lebih luas dengan kelompok-kelompok disabilitas.

“Kami berharap ke depannya juga bisa terus memberikan keterangan untuk masyarakat seluruhnya, karena masyarakat seluruhnya di Manokwari atau Papua Barat belum memahami tentang apa itu tunanetra,” ujarnya.

Ia berharap semangat RRI sebagai media publik semakin kuat dengan menghadirkan siaran yang inklusif dan memberi ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....