RRI Perkuat Peran dalam Pembangunan dan Masyarakat Inklusif

  • 12 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Radio Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung pembangunan nasional dan membangun masyarakat yang inklusif.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Stasiun LPP RRI Manokwari, James Awaeh, ketika membacakan pidato Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo dalam Upacara Hari Bakti Radio ke-81.

Mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, RRI diarahkan untuk terus mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial serta menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya dan mencerdaskan.

Dalam pidato itu ditegaskan, RRI ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional melalui penyebarluasan program dan kebijakan pemerintah. Peran tersebut diwujudkan dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk memahami sekaligus berpartisipasi dalam berbagai agenda pembangunan.

Sepanjang 2025, RRI mengangkat 18 tema siaran prioritas. Di antaranya ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi digital, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, kesehatan, lingkungan hidup, investasi dan hilirisasi, literasi digital serta bela negara.

“Ini menunjukkan bahwa RRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi turut menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk memahami, berpartisipasi dan mengambil manfaat dari berbagai kebijakan pembangunan,” kata James, Jumat, 11 September 2026.

Selain pembangunan nasional, perhatian RRI juga diarahkan pada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses informasi. Hal tersebut mencakup masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar, wilayah perbatasan, penyandang disabilitas serta kelompok masyarakat lainnya.

RRI juga memberikan perhatian terhadap sejumlah isu sosial, seperti moderasi beragama, kesiapsiagaan bencana, pengarusutamaan gender, pendidikan, kesehatan dan olahraga. Layanan publik RRI diharapkan mampu memastikan informasi dapat diterima secara lebih luas tanpa meninggalkan kelompok tertentu.

Untuk memperluas akses tersebut, RRI terus mengembangkan jaringan layanan penyiaran. Pada 2025, pembangunan pemancar FM dilakukan di enam lokasi baru, yakni Meulaboh, Sibolga, Surakarta, Palangkaraya, Mamuju dan Tahuna.

Penguatan layanan tersebut berjalan beriringan dengan transformasi teknologi penyiaran digital melalui pengembangan jaringan DABt dan DRM. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan RRI menghadapi masa depan penyiaran yang lebih modern dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....