Penyusunan AMDAL Bandara Rendani Ditargetkan Rampung Desember

  • 23 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pengembangan Bandara Rendani Manokwari masih terus berproses dan ditargetkan berjalan hingga Desember 2026. Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar penting untuk memastikan seluruh rencana pengembangan Bandara Rendani memenuhi kaidah lingkungan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan saat ini proses penyusunan AMDAL telah memasuki tahapan pemeriksaan dokumen dan penyusunan kerangka acuan.

Herman menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melaksanakan konsultasi publik dan kini kembali melibatkan sejumlah stakeholder yang berkaitan dengan rencana pengembangan bandara.

“Proses penyusunan AMDAL kita di Bandara Rendani ini sedang berproses. Kemarin kita sudah melaksanakan konsultasi publik, dan saat ini kita mengundang stakeholder yang terkait di sekitar Bandara Udara,” ujar Herman.

Ia mengatakan penyusunan AMDAL dilakukan secara menyeluruh berdasarkan masterplan Bandara Rendani, bukan hanya untuk satu bagian pembangunan seperti terminal.

“Secara keseluruhan, semua pembangunan. Kita menyusun dokumen AMDAL ini berdasarkan masterplan Bandara Rendani, dari sisi landasan dengan panjang 2.500 meter, kemudian dari sisi terminal dengan luasan yang sudah sesuai masterplan, termasuk juga lingkungan di sekitarnya,” ucapnya.

Dalam proses penyusunan tersebut, UPBU Rendani turut menggandeng tenaga ahli dari pihak luar karena belum memiliki tenaga ahli khusus. Dinas Lingkungan Hidup tingkat provinsi dan kabupaten juga dilibatkan bersama stakeholder lainnya.

Herman menambahkan, pengembangan Bandara Rendani berdasarkan masterplan membutuhkan lahan sekitar 151 hektare. Saat ini pihaknya telah menguasai sekitar 135 hektare, sehingga masih terdapat kekurangan kurang lebih 16 hektare.

“Untuk penyiapan dan pengadaan lahannya, tentunya kita berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Penyiapan lahan bandar udara sedang dikerjakan dan masih berproses,” katanya.

Menurut Herman, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting sebelum pihaknya mengusulkan pembangunan infrastruktur utama, termasuk terminal dan perpanjangan runway.

“Kalau lahannya sudah siap, baru kami menyampaikan kepada pimpinan bahwa kita sudah ada lahan untuk membangun terminal. Sama juga kalau pengembangan atau perpanjangan runway, lahannya harus siap,” ujarnya.

Ia berharap proses penyusunan AMDAL maupun penyiapan lahan dapat berjalan tanpa kendala, sehingga dokumen AMDAL nantinya dapat menjadi pegangan dalam pengembangan Bandara Rendani.

“Sehingga nanti pengembangan Bandara Rendani sudah memenuhi kaidah lingkungan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....