Pembangunan Terminal Baru Bandara Rendani Masih Menunggu Relokasi Warga
- 24 Jul 2026 09:03 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Rencana pembangunan terminal baru Bandar Udara Rendani Manokwari masih terkendala kesiapan lahan. Saat ini, kawasan bandara telah dipenuhi berbagai fasilitas penunjang, sehingga pembangunan terminal baru membutuhkan penataan dan pembebasan lahan terlebih dahulu.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito mengatakan, pemerintah membutuhkan lahan yang siap agar Kementerian Perhubungan dapat mengalokasikan anggaran pembangunan terminal baru.
“Kita saat ini terkendala di lahan yang belum siap. Area di Bandara Rendani semuanya sudah terisi dengan bangunan fasilitas lainnya selain terminal. Kita membutuhkan lahan untuk pembangunan terminal sendiri. Apabila lahannya sudah siap, tentunya dari Kementerian Perhubungan sudah akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan terminal,” ujar Herman Sujito.
Herman menjelaskan, masyarakat yang terdampak rencana pembangunan pada prinsipnya bersedia untuk direlokasi. Namun, proses pemindahan harus disertai pemberian hak atau ganti rugi yang layak dan adil kepada warga.
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah membahas penataan sejumlah fasilitas yang berada di area rencana pembangunan terminal, termasuk sebuah gereja yang berada di depan kawasan kargo.
“Warga sebetulnya bersedia untuk pindah selama hak mereka diberikan. Itu yang perlu kita catat, bahwa warga siap untuk dipindahkan rumahnya selama haknya diganti dengan yang layak dan adil,” katanya.
Herman menambahkan, pemerintah daerah telah menyanggupi relokasi gereja tersebut. Berdasarkan master plan pengembangan Bandara Rendani, gereja nantinya akan digeser ke arah pinggir pantai, namun tetap berada di kawasan Rendani sehingga aktivitas peribadatan masyarakat dapat terus berjalan.
“Untuk gereja, pemerintah daerah juga sudah menyanggupi akan merelokasi. Sesuai master plan, nantinya gereja akan digeser ke arah pinggir pantai, ditempatkan di lokasi yang tidak mengganggu pengembangan bandar udara, tetapi warga tetap bisa beribadah dengan baik,” jelas Herman.
Dengan penyiapan lahan dan proses relokasi yang berjalan sesuai kesepakatan, pembangunan terminal baru Bandara Rendani diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mendukung peningkatan pelayanan dan kebutuhan transportasi udara di Manokwari dan Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....