Jumlah Penumpang Bandara Rendani Capai 1.000 Orang Per Hari

  • 24 Jul 2026 09:36 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Bandara Udara Kelas II Rendani Manokwari saat ini melayani rata-rata sekitar 1.000 penumpang setiap hari. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 500 penumpang yang datang dan 500 penumpang yang berangkat melalui Bandara Rendani.

Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan, dengan jumlah penumpang yang ada saat ini, seluruhnya masih dapat dilayani oleh maskapai yang beroperasi di Bandara Rendani.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar tiga hingga empat maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Manokwari. Untuk mendatangkan maskapai baru, diperlukan peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas perjalanan udara secara berkelanjutan.

"Saat ini kita melayani kurang lebih 1.000 penumpang rata-rata per hari. Sekitar 500 landing dan 500 take-off. Dengan tiga atau empat maskapai yang beroperasi di Bandara Rendani, semuanya masih terangkut," ujar Herman.

Herman menilai, peningkatan konektivitas udara di Manokwari sangat bergantung pada pertumbuhan pasar penerbangan. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dinilai perlu menciptakan berbagai kegiatan yang mampu menarik lebih banyak orang untuk datang dan beraktivitas di Manokwari.

Ia mencontohkan pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari yang mampu mendatangkan ribuan peserta dan delegasi dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas tersebut turut meningkatkan kebutuhan transportasi udara, meskipun sejumlah delegasi dari luar daerah harus menggunakan penerbangan carter karena kebutuhan penerbangan hanya bersifat sementara.

"Kalau kegiatan seperti itu bisa berlangsung setiap bulan, tentu akan menarik maskapai. Pemerintah daerah harus kreatif membuat event di sini, dan semua stakeholder harus berkolaborasi supaya banyak orang yang beraktivitas melalui Manokwari," kata Herman.

Selain menggelar berbagai kegiatan berskala nasional maupun regional, Herman mendorong agar Manokwari dapat menjadi pusat pergerakan masyarakat dari kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Dengan memperluas daerah layanan dan menarik masyarakat dari wilayah sekitar untuk menggunakan Bandara Rendani, diharapkan terbentuk pasar penerbangan baru.

Menurut Herman, pertumbuhan pasar tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi maskapai dalam mempertimbangkan pembukaan rute maupun penambahan frekuensi penerbangan dari dan menuju Manokwari.

Upaya meningkatkan aktivitas penerbangan, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, sektor pariwisata, maupun masyarakat, sehingga Bandara Rendani dapat berkembang sebagai pintu masuk dan keluar utama bagi mobilitas masyarakat di Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....