Keteladanan Guru dan Orang Tua Dinilai Kunci Bangun Kesadaran Hukum Anak
- 21 Agt 2026 20:42 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pembentukan kesadaran hukum pada anak dinilai tidak cukup dilakukan melalui pengetahuan mengenai aturan. Sikap teladan dari orang dewasa justru menjadi bagian penting agar anak memahami batas antara tindakan yang benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan tersebut disampaikan Akademisi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua Barat, Yohana Watofa, saat mengikuti dialog mengenai pembangunan karakter Indonesia melalui pendidikan dan budaya di SMA YPK Oikumene Manokwari.
Yohana menjelaskan, kesadaran hukum memiliki kaitan erat dengan nilai budaya dan norma yang berkembang di masyarakat. Sikap saling menghormati, menghargai, membantu dan tidak melakukan diskriminasi merupakan bagian dari nilai sosial yang perlu terus diperkuat.
Menurutnya, proses tersebut harus dimulai dari orang-orang terdekat dengan anak, terutama guru, dosen dan orang tua. Anak membutuhkan sosok yang konsisten menunjukkan perilaku yang dapat menjadi contoh dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Kita harus memberikan contoh, kita harus menjadi teladan, kita harus menjadi motivator. Supaya anak-anak melihat, oh iya saya tidak boleh begitu,” jelas Yohana, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menyoroti kebiasaan orang tua yang terkadang membela anak meskipun terbukti melakukan kesalahan. Sikap tersebut menurutnya dapat menghambat proses pembelajaran anak dalam memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari suatu tindakan.
Yohana mengingatkan bahwa anak berada dalam tahap perkembangan yang membuat mereka masih membutuhkan arahan. Karena itu, orang tua dan guru perlu berani memberikan teguran yang tepat ketika anak melakukan kesalahan, sekaligus menunjukkan cara memperbaikinya.
Ia menilai pendidikan karakter dan kesadaran hukum akan lebih efektif apabila menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Hubungan guru dengan siswa, orang tua, komite sekolah dan lingkungan sekitar perlu diperkuat agar pembentukan moral tidak berhenti pada teori.
Yohana berharap generasi muda Papua Barat tumbuh menjadi pribadi yang memahami aturan, menghormati orang lain dan mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Menurutnya, karakter yang kuat akan menjadi bekal penting bagi anak untuk hidup sebagai warga negara yang taat hukum sekaligus menghargai keberagaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....