Sekolah Perkuat Peran Orang Tua Hadapi Tantangan Pembentukan Karakter Siswa

  • 21 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pembentukan karakter siswa di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh budaya global menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Sekolah tidak dapat bekerja sendiri sehingga keterlibatan orang tua dinilai diperlukan untuk memastikan pembinaan karakter berjalan secara berkelanjutan.

Kepala SMA YPK Oikumene Manokwari, Anthonius Allo, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi sekolah adalah masih adanya siswa yang tidak mengikuti kegiatan pembinaan meskipun informasi telah disampaikan berulang kali.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat upaya sekolah dalam menanamkan nilai karakter dan budaya kepada siswa tidak selalu berjalan maksimal. Kehadiran siswa dalam berbagai kegiatan menjadi bagian penting dari proses pembentukan sikap.

Anthonius mengatakan pihak sekolah kemudian memperkuat komunikasi dengan orang tua dan komite sekolah. Kerja sama tersebut diperlukan agar pembinaan siswa tidak hanya berlangsung selama berada di lingkungan sekolah.

“Ya karena mereka pada saat kami sampai itu kadang mereka tidak hadir. Nah, oleh sebab itu kami kerjasama dengan orang tua, bahkan komite, bagaimana supaya mereka tetap fokus ke sekolah setiap jam sekolah,” jelas Anthonius, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia menilai perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembentukan karakter. Siswa perlu diarahkan agar mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan kewajiban belajar dan nilai-nilai yang ditanamkan sekolah.

Karena itu, pendidikan karakter menurut Anthonius harus dilakukan secara konsisten melalui pembelajaran, kegiatan sekolah maupun pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai budaya Papua juga terus diperkenalkan sebagai bagian dari upaya membangun identitas siswa.

Anthonius berharap sekitar 400 siswa SMA YPK Oikumene dapat mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. “Harapan kami sebagai sekolah, anak-anak yang dititipkan kepada kami sebanyak kurang lebih 400 orang bisa mengubah karakter yang mungkin tidak yang negatif selama ini bisa mereka rubah menjadi positif,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....