Generasi Muda Papua Diminta Tetap Kenali Budaya Lokal di tengah Globalisasi

  • 21 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Arus budaya global tidak harus membuat generasi muda meninggalkan identitas lokalnya. Anak muda dinilai tetap dapat mengikuti perkembangan zaman selama memiliki kemampuan menyaring pengaruh baru dengan nilai agama, Pancasila dan aturan yang berlaku di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Akademisi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua Barat, Yohana Watofa, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia mengatakan budaya lokal merupakan bagian dari jati diri yang perlu dipertahankan di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi.

Ia menilai generasi muda tidak perlu menutup diri dari budaya luar. Namun, setiap pengaruh baru perlu disaring agar tidak menghilangkan nilai positif yang telah hidup dalam masyarakat Papua.

“Kita tidak larang, silakan terlibat dengan sesuatu yang baru. Tetapi filter itu ada di dalam pikiranmu. Filternya apa? Agama, Pancasila, ada aturan yang berlaku di negara ini,” kata Yohana.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak selalu harus diwujudkan dalam kegiatan besar. Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati orang yang lebih tua, memberi salam dan memahami tata krama dalam pergaulan, merupakan bagian dari budaya yang perlu tetap dijaga.

Ia mencontohkan berbagai bentuk penghormatan yang selama ini dikenal masyarakat Papua mulai menghadapi perubahan. Pergeseran kecil dalam kebiasaan sosial dinilai perlu disikapi agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman mengenai nilai yang diwariskan orang tua dan lingkungan.

Yohana menegaskan sekolah memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Pendidikan dapat menjadi ruang untuk mengenalkan identitas Papua sekaligus mengajarkan siswa bagaimana menempatkan budaya lokal di tengah kehidupan yang semakin terbuka.

Ia berharap kegiatan berbasis pendidikan dan budaya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika ada momentum tertentu. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu mengenal asal-usulnya, menghargai budayanya dan tetap terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....