Agroforestri Jadi Alternatif Dorong Minat Tanam Pohon Kehutanan

  • 21 Agt 2026 19:10 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan tanaman kehutanan. Pola agroforestri dinilai dapat menjadi salah satu solusi dengan menggabungkan tanaman kehutanan, tanaman buah dan komoditas pertanian dalam satu kawasan.

Kepala Balai Pembenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan Papua Barat, Jeffry C. Angkotta, menjelaskan konsep tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari lahan sekaligus mempertahankan fungsi ekologis tanaman kehutanan.

“Lebih condong kepada masyarakat yang mempunyai lahan usaha supaya didampingi dalam bentuk sistem agroforestri, yaitu dipadukan antara tanaman kehutanan, tanaman jangka pendek dan tanaman buah,” kata Jeffry, pada Kamis 20 Agustus 2026.

Menurutnya, dalam sistem tersebut tanaman kehutanan dapat ditanam sebagai tegakan utama, sementara area di bawahnya dimanfaatkan untuk tanaman buah maupun komoditas pertanian seperti jagung, cabai dan tanaman umbi-umbian.

Pola pemanfaatan lahan tersebut dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh hasil dari tanaman dengan masa panen lebih pendek, tanpa harus mengorbankan keberadaan pohon kehutanan yang memiliki manfaat jangka panjang.

Jeffry mengatakan konsep serupa juga dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan sektor kehutanan dan perikanan. Pemanfaatan lahan secara terpadu tersebut memungkinkan masyarakat mengembangkan beberapa sumber pendapatan dalam satu kawasan.

Ia menilai pendekatan tersebut perlu diperkenalkan lebih luas, terutama kepada masyarakat yang memiliki lahan usaha. Pendampingan menjadi penting agar masyarakat memahami cara mengatur komposisi tanaman dan mengelola lahan secara berkelanjutan.

Dengan penerapan agroforestri, Jeffry berharap masyarakat tidak lagi melihat tanaman kehutanan sebagai tanaman yang hanya membutuhkan waktu lama untuk memberikan hasil. Sebaliknya, keberadaan pohon dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, model tersebut dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pengelolaan lahan yang tepat diharapkan mampu menjaga hutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....