Rumah Baca Manokwari Hidupkan Semangat Emansipasi

  • 21 Apr 2026 14:09 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Semangat emansipasi perempuan yang digaungkan R.A. Kartini terus dihidupkan oleh para pegiat literasi di daerah. Salah satunya melalui peran Founder Rumah Baca Manokwari, Yudith Mervin Yewun, S.S., yang aktif memberdayakan perempuan dan anak perempuan di Manokwari.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Yudith menegaskan bahwa literasi menjadi kunci untuk menjawab berbagai keterbatasan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya perempuan. Ia mengutip semangat Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, sebagai dasar gerakan literasi yang dijalankan.

Menurutnya, kehadiran Rumah Baca Manokwari tidak hanya menyediakan buku untuk dibaca atau dipinjam, tetapi juga memberikan pendampingan melalui berbagai kegiatan guna meningkatkan minat baca masyarakat. Hal ini penting mengingat tingkat kecakapan literasi di Papua Barat masih tergolong rendah secara nasional.

“Rumah baca hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyediakan buku, tapi juga mendampingi agar minat baca anak-anak dan perempuan bisa tumbuh,” ujarnya.

Selain itu, Rumah Baca Manokwari juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan, seperti pelatihan keterampilan merajut dan pembuatan noken. Program ini menyasar perempuan usia produktif, termasuk mereka yang tidak melanjutkan pendidikan atau lebih banyak beraktivitas di rumah.

“Kami ingin perempuan di lingkungan sekitar bisa bertumbuh dan berdaya bersama kami. Bahkan penyandang disabilitas juga kami libatkan agar mereka memiliki keterampilan,” jelas Yudith.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan fasilitas dan koleksi buku. Sebagian besar buku yang tersedia masih berasal dari donasi, sementara buku pengembangan diri dan kepemimpinan masih sangat terbatas.

Namun, Yudith menilai minat baca sebenarnya sudah ada dalam diri masyarakat. Yang dibutuhkan adalah ruang dan dukungan agar minat tersebut dapat berkembang.

Dampak dari kegiatan literasi ini pun mulai terlihat. Banyak orang tua dan masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas perubahan positif, baik pada anak-anak maupun perempuan yang terlibat dalam kegiatan rumah baca.

“Mereka jadi lebih percaya diri, lebih termotivasi untuk belajar dan membaca. Itu menjadi ukuran bagi kami bahwa kegiatan ini berdampak,” katanya.

Ke depan, Yudith berharap masyarakat, khususnya perempuan, dapat semakin akrab dengan buku meski berada di tengah perkembangan teknologi digital.

“Kita memang tidak bisa lepas dari HP, tapi alangkah baiknya jika kita juga meluangkan waktu untuk membaca buku. Karena buku adalah jendela dunia,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....