Lakotani Dorong Perbaikan Tata Kelola Olahraga di Papua Barat

  • 20 Agt 2026 06:24 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Pembenahan tata kelola olahraga menjadi salah satu hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Papua Barat. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pergantian kepengurusan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat pembinaan atlet.

Ketua Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bersama sejumlah pimpinan cabang olahraga di Manokwari, Selasa, 18 Augustus 2026.

Lakotani mengatakan, berbagai persoalan yang dialami cabang olahraga selama mengikuti kejuaraan nasional maupun PON menunjukkan masih perlunya pembenahan dalam pengelolaan olahraga di Papua Barat.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga masih menghadapi kendala dalam pemberangkatan atlet, pembiayaan hingga pelayanan selama mengikuti pertandingan. Kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Rata-rata kita curhat semua. Apa yang kita diskusikan itu sesungguhnya menunjukkan bahwa itulah gambaran pembinaan olahraga di Papua Barat beberapa saat ini,” kata Lakotani.

Namun, ia menilai persoalan tersebut bukan berarti pemerintah daerah tidak memberikan dukungan. Sebaliknya, dukungan pemerintah terhadap olahraga dinilai sudah sangat optimal.

Yang menjadi persoalan, lanjut Lakotani, adalah bagaimana dukungan tersebut dikelola dan didistribusikan secara tepat sehingga benar-benar mendukung kebutuhan cabang olahraga dan atlet.

Ia menegaskan, KONI memiliki posisi strategis sebagai induk organisasi olahraga sekaligus payung dan fasilitator bagi seluruh cabang olahraga.

Karena itu, cabang olahraga harus diberikan ruang yang luas untuk menjalankan program pembinaan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Potensi perolehan medali atau potensi prestasi yang bisa diraih dari atlet-atlet ini adalah cabang olahraga yang tahu persis. Karena itu, cabang olahraga harus diberi ruang seluas-luasnya,” ujarnya.

Lakotani juga mendorong adanya kejuaraan daerah secara rutin sebagai bagian dari proses pencarian bibit atlet. Menurutnya, setiap cabang olahraga setidaknya dapat memiliki agenda kejuaraan dalam satu periode kepengurusan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kembali Papua Barat sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi.

Ia mengungkapkan, para gubernur se-Tanah Papua sebelumnya telah memiliki komitmen bersama untuk mengembalikan kejayaan olahraga dan menjadikan provinsi-provinsi di Tanah Papua sebagai gudang atlet berprestasi di Indonesia.

“Komitmen itu harus kita tangkap dengan melakukan perbaikan pengelolaan olahraga lewat momentum Musprov,” katanya.

Selain berbicara mengenai pembinaan olahraga, Lakotani turut menjelaskan sikapnya dalam proses pencalonan Ketua KONI Papua Barat. Sebagai Wakil Gubernur Papua Barat, ia mengaku telah melaporkan niatnya kepada Gubernur Dominggus Mandacan.

Menurut Lakotani, Gubernur memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak yang ingin maju dalam kontestasi tersebut.

“Tidak ada saya memberikan dukungan kepada siapa pun secara khusus. Saya kasih kepada semua. Yang punya hajat itu cabang-cabang olahraga, jadi silakan mendapatkan dukungan dari cabang olahraga,” ucapnya.

Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan dari cabang olahraga akan menjadi pihak yang bekerja bersama KONI dalam menjalankan pembinaan olahraga Papua Barat selama empat tahun ke depan.

Lakotani berharap seluruh kandidat dapat menyampaikan visi, persepsi, komitmen serta rekam jejak masing-masing sebelum cabang olahraga menentukan pilihan.

“Ini kesempatan, ini momentum untuk kita lakukan perbaikan pembinaan olahraga di Papua Barat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....