NADI JKN Bantu Peserta Menjaga Keaktifan JKN
- 15 Agt 2026 10:12 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN atau Menabung Demi Iuran JKN sebagai inovasi untuk membantu peserta, khususnya pekerja bukan penerima upah (PBPU), menyiapkan pembayaran iuran secara bertahap.
Program ini ditujukan bagi peserta yang memiliki kemauan membayar iuran, namun terkendala menyiapkan dana secara penuh saat jatuh tempo. Melalui NADI JKN, peserta dapat menyisihkan penghasilan secara berkala sesuai kemampuan hingga dana mencukupi untuk membayar iuran.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam siaran persnya mengatakan, NADI JKN menjadi salah satu strategi retensi dan reaktivasi peserta guna menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, tingkat keaktifan peserta baru 80,25 persen,” Pujo saat peluncuran Program NADI JKN di Jakarta, Selasa , 4 Agustus 2026.
Menurutnya, masih terdapat peserta yang belum aktif akibat berbagai faktor, termasuk keterlambatan maupun ketidakmampuan membayar iuran tepat waktu.
Program NADI JKN dikembangkan melalui dua skema, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan.
Pada skema digital-kolektif, peserta dapat menabung melalui aplikasi digital maupun ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Setoran dapat dilakukan secara berkala, seperti harian atau mingguan. Setelah dana mencukupi, mitra akan membayarkan iuran melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.
Saat ini, salah satu mitra implementasi skema tersebut adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dengan sasaran awal para pengemudi ojek daring.
Sementara itu, skema konvensional-perorangan memungkinkan peserta menabung melalui koperasi, BUMDes, maupun lembaga masyarakat yang menjadi mitra NADI JKN. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membayar iuran peserta saat jatuh tempo.
Uji coba skema tersebut saat ini dilakukan di lima kantor cabang BPJS Kesehatan, yakni Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Parepare.
Pujo berharap program tersebut ke depan dapat diperluas ke lebih banyak segmen peserta dan wilayah, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai penyedia aplikasi digital yang banyak digunakan masyarakat.
Dukungan terhadap NADI JKN juga disampaikan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria. Ia menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia berharap BUMDes, koperasi desa, dan lembaga masyarakat dapat menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menjalankan program tersebut.
Sejumlah kolaborasi telah dilakukan, di antaranya dengan BUMDes Mandiri Utama Kemuja di Pangkalpinang, BUMDes Tirta Mandiri dan BUMDes Tumang di Boyolali, PT Pos Indonesia di Banyuwangi, serta Koperasi Desa Merah Putih Mattiro Ade di Parepare.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni sekaligus Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda, pekerja informal, dan pelaku UMKM menyisihkan sebagian penghasilan untuk memastikan perlindungan kesehatan keluarga tetap terjaga.
Dukungan juga diberikan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melalui pemanfaatan ekosistem digital dan skema daily deduct engine yang memungkinkan peserta menyisihkan dana secara berkala.
Chief of Public Affair PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Dyan Shinto Eko Nugroho, mengatakan mobilitas para mitra Gojek yang tinggi membuat mekanisme menabung secara bertahap menjadi relevan.
Hingga saat ini, sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1 sampai 5 telah bergabung dengan BPJS Kesehatan. Dengan kepesertaan tersebut, mereka dan anggota keluarganya memperoleh perlindungan dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....