Gubernur Papua Barat Dorong Kolaborasi Lintas Agama Lindungi Hutan

  • 13 Agt 2026 20:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong kolaborasi lintas agama untuk memperkuat perlindungan hutan di Papua Barat. Pembangunan daerah, kata dia, harus tetap memperhatikan kawasan hutan dan keberlanjutan lingkungan.

Hal itu disampaikan Dominggus saat peluncuran Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Chapter Papua Barat di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis 13 Agustus 2026.

“Kita manfaatkan secara bijaksana. Membangun, tetapi memperhatikan kawasan hutan agar tidak terjadi bencana bagi kita,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di Papua Barat harus mengacu pada tata ruang serta memperhatikan keberadaan kawasan hutan. Pemanfaatan sumber daya alam juga harus dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada masyarakat.

Dominggus menyebut sekitar 70 persen wilayah Papua Barat merupakan kawasan hutan. Karena itu, pembangunan tidak boleh mengabaikan fungsi ekologis hutan.

Ia menilai perlindungan hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat adat, organisasi keagamaan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil hingga media.

Dominggus menegaskan kolaborasi lintas iman penting karena nilai-nilai keagamaan mengajarkan tanggung jawab manusia dalam menjaga ciptaan Tuhan sekaligus memperjuangkan keadilan ekologis.

“Agama dan iman tidak boleh berhenti pada ritualitas spiritual di ruang ibadah. Iman harus hadir dalam kehidupan nyata, menumbuhkan kesadaran dan membentuk etika serta moral kita,” katanya.

Ia berharap peluncuran IRI Indonesia Chapter Papua Barat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal aksi nyata dalam memperkuat kesadaran ekologis dan perlindungan hutan di Tanah Papua.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga meminta dukungan IRI Indonesia dalam mengembangkan ekonomi masyarakat adat melalui konsep ekonomi hijau berbasis potensi lokal. Program tersebut diharapkan mendukung agenda Papua Barat Produktif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian hutan.

Dominggus menambahkan, Papua Barat telah memiliki komitmen melalui Peraturan Daerah Khusus Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Berkelanjutan di Papua Barat. Komitmen tersebut mencakup perlindungan minimal 70 persen ekosistem hutan dan 50 persen wilayah perairan.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Papua Barat, Charlie D. Heatubun, mengatakan peluncuran IRI Indonesia Chapter Papua Barat merupakan hasil kerja sama Pemprov Papua Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan IRI Indonesia.

Menurut Charlie, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan hutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan visi, misi, pendekatan dan fungsi IRI Indonesia Chapter Papua Barat, sekaligus membangun kepercayaan bersama antara para pemangku kepentingan,” jelasnya.

Charlie mengatakan IRI Indonesia Chapter Papua Barat juga akan memperkenalkan sejumlah program penguatan kapasitas untuk mendukung keterlibatan berbagai pihak dalam perlindungan hutan dan meningkatkan kesadaran ekologis.

Peluncuran IRI Indonesia Chapter Papua Barat mengusung tema “Hutan Suci, Masa Depan Bersama: Membangun Kolaborasi Lintas Iman untuk Keadilan Ekologis dan Perlindungan Hutan Papua.”

Melalui kolaborasi lintas iman tersebut, IRI diharapkan mampu melahirkan komitmen dan langkah nyata bersama dalam menjaga hutan serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....