BNNP Papua Barat Ajak Masyarakat Hentikan Stigma terhadap Penyintas

  • 31 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat mengurangi stigma terhadap penyintas penyalahgunaan narkotika. Penerimaan lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting yang membantu proses pemulihan berjalan lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Konselor Adiksi Ahli Pertama BNNP Papua Barat, Putu Pricilia Santih pada Jumat, 31 Juli 2026.

Ia mengatakan seseorang yang menjalani rehabilitasi sebenarnya sedang berupaya mencari pertolongan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Menurutnya, penilaian negatif dari lingkungan justru dapat menghambat proses pemulihan karena membuat penyintas merasa dikucilkan dan enggan melanjutkan rehabilitasi.

“Jadi untuk teman-teman semuanya, perlu diingat bahwa rehabilitasi itu sebagai tanda seseorang sedang mencari pertolongan. Jadi ketika orang sedang mencari pertolongan, kita sebagai masyarakat enggak boleh men-judge dia dengan hal-hal yang negatif. Ketika masyarakat men-judge dengan negatif, bagaimana dia bisa mendapat pertolongan, nanti dia malah nggak bisa pulih,” kata Putu.

Ia menegaskan setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga masyarakat diharapkan memberikan dukungan moral agar penyintas mampu bangkit dari masa lalunya.

Putu menilai lingkungan yang menerima dan memberikan kesempatan akan membantu penyintas membangun kembali rasa percaya diri serta menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Karena itu, BNNP Papua Barat terus mendorong masyarakat untuk melihat rehabilitasi sebagai proses pemulihan, bukan sesuatu yang harus dipandang negatif.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang ikut menciptakan lingkungan yang mendukung sehingga penyintas penyalahgunaan narkotika dapat kembali diterima, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....