Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Menekan Risiko Stroke

  • 24 Jul 2026 17:44 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit stroke dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat gangguan pembuluh darah otak. Edukasi yang tepat diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih cepat mengenali gejala dan segera mencari pertolongan medis. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Saraf RSUD Provinsi Papua Barat, dr. Adelheid L. E. Rumbiak, Sp.N, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Adelheid mengatakan upaya pencegahan stroke tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk memahami faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, dan tidak menunda pemeriksaan ketika muncul gejala yang mengarah pada stroke.

Menurutnya, pengetahuan yang benar akan membentuk kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kecacatan maupun kematian.

"Harapan saya untuk masyarakat di Manokwari, pertama pentingnya kita tahu dulu, punya pengetahuan yang benar mengenai penyakit saraf, terutama penyakit stroke. Kalau kita sudah punya pengetahuan yang benar, otomatis kita harus punya kesadaran bahwa ini bukan penyakit yang bisa kita tunda-tunda, tapi harus segera ditangani. Selain itu, kita juga harus punya sikap siaga untuk segera berobat atau membawa keluarga yang mengalami gejala stroke, serta melakukan pencegahan dengan pemeriksaan kesehatan rutin dan menerapkan pola hidup sehat," jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan pemerintah untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Pemeriksaan berkala menjadi salah satu cara efektif mencegah berkembangnya penyakit yang berpotensi memicu stroke.

Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga berperan penting dalam mendorong seseorang menjalani gaya hidup sehat, mulai dari rutin berolahraga, menjaga pola makan, hingga menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Adelheid menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam menekan kasus stroke. Kesadaran untuk menjaga kesehatan perlu dibangun sejak dini agar risiko penyakit dapat dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih berat.

Ia berharap masyarakat Papua Barat semakin peduli terhadap kesehatan otak dan saraf dengan tidak mengabaikan gejala yang muncul serta segera memanfaatkan layanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat stroke di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....