Hipertensi Jadi Pemicu Utama Stroke, Warga Diimbau Rutin Periksa Kesehatan

  • 24 Jul 2026 17:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu faktor risiko utama yang memicu terjadinya stroke. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan pemeriksaan tekanan darah secara rutin karena hipertensi kerap berkembang tanpa menimbulkan gejala.

Dokter Spesialis Saraf RSUD Provinsi Papua Barat, dr. Adelheid L. E. Rumbiak, Sp.N, mengatakan hipertensi memiliki peran besar dalam terjadinya stroke, terutama stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Menurutnya, banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi setelah mengalami komplikasi serius, termasuk stroke.

Adelheid menjelaskan seseorang tidak dapat langsung dinyatakan menderita hipertensi hanya berdasarkan satu kali pemeriksaan. Diagnosis harus ditegakkan melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk memastikan kondisi tersebut berlangsung secara menetap.

"Hipertensi sendiri jarang memberikan gejala. Kalau sudah terjadi komplikasi baru pasien datang dan tahu ternyata ada hipertensi. Seseorang juga tidak bisa langsung didiagnosis hipertensi hanya dari satu kali pemeriksaan. Harus dilakukan pemeriksaan secara rutin. Karena itu, untuk usia dewasa sebaiknya minimal satu tahun sekali melakukan pemeriksaan kesehatan," kata Adelheid pada Jumat, 24 Juli 2026.

Ia menambahkan, meskipun seseorang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, risiko tersebut tetap dapat ditekan melalui pola hidup sehat. Aktivitas fisik yang teratur, menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta menghindari kebiasaan merokok menjadi langkah penting untuk mencegah tekanan darah tinggi.

Menurut Adelheid, program pemeriksaan kesehatan gratis yang saat ini disediakan pemerintah juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga faktor risiko dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan rutin dinilai jauh lebih efektif dalam mencegah komplikasi dibandingkan pengobatan setelah penyakit berkembang.

Adelheid berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengontrol tekanan darah terus meningkat. Dengan deteksi dini dan pengendalian hipertensi, risiko stroke dapat ditekan sehingga angka kematian maupun kecacatan akibat penyakit tersebut dapat dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....