Penanganan Cepat Jadi Kunci Kurangi Risiko Kematian dan Kecacatan akibat Stroke

  • 24 Jul 2026 17:48 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Penanganan cepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien stroke sekaligus mencegah kecacatan permanen. Masyarakat diimbau mengenali gejala awal stroke agar penderita dapat segera memperoleh pertolongan medis. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Saraf RSUD Provinsi Papua Barat, dr. Adelheid L. E. Rumbiak, Sp.N, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Adelheid mengatakan masyarakat dapat mengenali gejala stroke melalui konsep "SeGeRa ke RS", yakni senyum yang tidak simetris, gerakan atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh, serta gangguan bicara maupun keluhan neurologis lainnya. Selain itu, gejala seperti mati rasa pada separuh tubuh, sakit kepala hebat yang muncul mendadak, hingga gangguan penglihatan juga perlu diwaspadai.

Menurutnya, dalam dunia medis dikenal istilah "time is brain", yang berarti setiap menit sangat menentukan kondisi otak pasien. Semakin cepat penderita mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas.

"Yang biasa kita kenal adalah singkatannya SeGeRa ke RS. Senyum yang tidak simetris, gerakan yang tidak simetris atau kelemahan pada separuh tubuh, rasa tebal atau kesemutan pada separuh tubuh, nyeri kepala mendadak, hingga penglihatan kabur secara tiba-tiba. Pada kondisi stroke kita mengenal istilah time is brain. Semakin cepat ditangani, maka angka kematian maupun kecacatan dapat dicegah," jelasnya.

Ia menjelaskan, stroke terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Apabila tidak segera ditangani, jaringan otak akan mengalami kerusakan yang semakin luas dan dapat menimbulkan kecacatan permanen bahkan kematian.

Karena itu, Adelheid mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Setiap tanda yang mengarah pada stroke harus segera ditindaklanjuti dengan membawa pasien ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala, masyarakat juga diimbau rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar faktor-faktor risiko stroke dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Adelheid berharap semakin banyak masyarakat memahami tanda-tanda stroke sehingga tidak terlambat mencari pertolongan medis. Menurutnya, pengetahuan dan respons yang cepat menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa sekaligus mengurangi risiko kecacatan akibat stroke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....