Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Wujudkan Kesetaraan Gender

  • 24 Jul 2026 08:59 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Upaya mewujudkan kesetaraan gender di Papua Barat dinilai memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat diharapkan dapat berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang menghargai hak perempuan dan anak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Papua Barat, Witri, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Witri mengatakan perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun perubahan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, DP3A terus mendorong pengarusutamaan gender melalui penyusunan berbagai program strategis yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), tokoh perempuan, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan. Masukan dari berbagai pihak tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja pada tahun 2027.

"Harapan saya sebagai kepala dinas maupun sebagai seorang perempuan, perempuan-perempuan di Papua Barat mendapatkan keadilan, penghargaan, dan penghormatan sebagai layaknya perempuan dan sebagai sesama manusia, diperlakukan dengan baik. Kita semua punya tanggung jawab untuk membangun keluarga yang baik dan saling menghargai," jelasnya.

Menurut Witri, perempuan memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat, berpartisipasi dalam pembangunan, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan. Karena itu, kesadaran mengenai kesetaraan gender perlu terus ditanamkan di tengah masyarakat.

Ia menilai perubahan pola pikir menjadi salah satu langkah penting untuk menghapus anggapan bahwa perempuan tidak memiliki ruang dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga maupun kehidupan sosial. Kesetaraan, menurutnya, harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati antara laki-laki dan perempuan.

Melalui berbagai program pemberdayaan dan perlindungan yang dijalankan, DP3A berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menghormati hak perempuan dan anak serta ikut berperan menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

Witri optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan keluarga, upaya mewujudkan kesetaraan gender di Papua Barat akan semakin kuat sehingga perempuan dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan daerah tanpa mengalami diskriminasi maupun kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....