Kapolres Pegunungan Arfak Paparkan Hasil Penyelidikan Kasus Hanyut di Memti

  • 24 Jul 2026 09:42 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Dr. Bernadus Okoka menegaskan bahwa dugaan korban hanyut di kawasan wisata Air Terjun Memti merupakan peristiwa kecelakaan yang hingga kini didukung oleh hasil penyelidikan, keterangan dua saksi, serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memastikan belum menemukan petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana maupun lokasi kejadian selain di tempat wisata tersebut.

Menurut Kapolres, dua saksi yang berada bersama korban saat kejadian memberikan keterangan yang saling bersesuaian. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya perbedaan cerita mengenai tujuan mereka datang ke lokasi, yakni semata-mata untuk berwisata.

"Keterangan saksi satu dan saksi dua saling berkorelasi. Tidak ada perbedaan keterangan. Mereka datang ke sana hanya untuk berwisata," ujar AKBP Bernadus Okoka.

Ia menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan kedua saksi. Saat itu, salah seorang saksi lebih dahulu diseberangkan ke sisi lain sungai. Setelah itu, korban kembali untuk menjemput saksi kedua yang masih berada di seberang. Ketika korban berdiri di sela-sela batu di kawasan air terjun, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke aliran sungai di bawah.

Kapolres menerangkan kondisi medan di Air Terjun Memti sangat berbahaya karena terdiri atas beberapa tingkatan atau trap batu dengan ketinggian sekitar 2,5 hingga 3 meter di setiap tingkat. Arus air yang deras serta banyaknya celah batu menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban. Hasil olah TKP yang dilakukan penyidik juga dinilai sesuai dengan penjelasan yang disampaikan kedua saksi.

Sejak hari pertama pencarian hingga memasuki hari keenam, tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, dan masyarakat terus melakukan penyisiran di lokasi. Bahkan, atas permintaan kepolisian, anjing pelacak (K9) dari Polda Papua Barat diterjunkan untuk membantu pencarian dengan menyisir jalur sepanjang sekitar lima kilometer beserta area di sisi kiri dan kanan sungai. Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

AKBP Bernadus menjelaskan, alat bukti utama yang digunakan dalam penyelidikan sementara adalah keterangan kedua saksi yang melihat langsung kejadian. Polisi juga mencocokkan seluruh dokumentasi berupa foto maupun video yang diambil di lokasi dengan waktu kejadian. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh dokumentasi tersebut konsisten dengan keterangan para saksi sehingga tidak ditemukan adanya kejanggalan.

Kapolres juga meluruskan informasi yang beredar terkait telepon genggam korban. Ia menegaskan bahwa telepon genggam korban bukan ditemukan saat proses pencarian, melainkan telah diamankan bersama telepon genggam milik dua rekannya sebelum mereka menyeberangi sungai. Saat hendak menyeberang, ketiga orang tersebut sengaja meletakkan telepon genggam di lokasi yang aman agar tidak terkena air, sementara sebagian barang lain seperti tas ditinggalkan di sisi sungai. Sementara itu, sandal yang ditemukan di lokasi merupakan sandal milik korban yang saat itu dipakai oleh salah seorang saksi setelah dipinjamkan ketika menyeberang. Karena medan yang licin, saksi kemudian melepas sandal tersebut dan meletakkannya di lokasi hingga akhirnya ditemukan oleh tim.

Meski operasi SAR nantinya ditutup, Kapolres memastikan penyelidikan kepolisian tetap berlanjut apabila muncul petunjuk baru. Hingga kini belum ada bukti lain selain keterangan dua saksi dan hasil olah TKP yang mengarah pada skenario berbeda. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan awal terhadap telepon genggam kedua saksi tanpa melakukan penyitaan karena perkara masih berada pada tahap penyelidikan.

AKBP Bernadus turut menjelaskan bahwa derasnya debit air menjadi hambatan utama pencarian. Menurutnya, struktur bebatuan di bawah air memiliki banyak rongga menyerupai gua yang memungkinkan tubuh korban tersangkut di dalam celah batu dan tidak terlihat di permukaan. Masyarakat setempat juga berupaya mengurangi debit air agar proses pencarian dapat dilakukan lebih maksimal dan dugaan korban berada di sela-sela bebatuan dapat dipastikan.

Kapolres menambahkan, keluarga korban telah memperoleh penjelasan secara langsung dari penyidik mengenai hasil pemeriksaan sementara. Selain itu, keluarga juga telah bertemu dan mendengar langsung keterangan kedua saksi mengenai kronologi kejadian. Menurutnya, kepolisian akan terus mengembangkan penyelidikan apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru yang dapat mengungkap keberadaan korban maupun fakta lain terkait peristiwa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....