Pangkogabwilhan III Kutuk Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

  • 23 Jul 2026 18:39 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengutuk keras pembunuhan tiga warga sipil yang terjadi di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin 20 Juli 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Letjen TNI Lucky Avianto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis 23 Juli 2026.

Menurut Lucky, aksi pembunuhan terhadap warga sipil merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. “Pembunuhan terhadap warga sipil ini telah menginjak-injak nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Mereka yang menjadi korban adalah saudara-saudara kita yang selama ini hidup berdampingan dalam masyarakat,” ujar Lucky.

Ia juga menyinggung sejumlah aksi kekerasan yang sebelumnya terjadi di wilayah Papua, termasuk penembakan terhadap seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat yang tengah menjalankan misi pelayanan masyarakat di Kampung Balinggama, Yahukimo, serta kasus pembunuhan pilot asal Selandia Baru yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

“Rangkaian peristiwa ini menunjukkan adanya tindakan yang tidak menghormati nilai kemanusiaan. Karena itu, kami mengutuk keras setiap bentuk kekerasan terhadap warga sipil maupun tenaga kemanusiaan,” katanya.

Lucky mengatakan TNI telah mengerahkan pasukan untuk melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Proses pemindahan jenazah dari tempat kejadian perkara menuju kota masih terus berlangsung.

“Kami sudah mengirimkan pasukan untuk mengevakuasi para korban. Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan dari lokasi kejadian menuju kota,” Katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua. Terkait penanganan kasus tersebut, Lucky menegaskan bahwa aparat TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Kami mengharapkan aksi teror dan kekerasan seperti ini segera dihentikan. TNI dan Polri akan terus bertindak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku demi melindungi keselamatan masyarakat,” Ujar Lucky Tegas.

Diketahui, peristiwa pembantaian di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia. Dua korban merupakan pasangan suami istri, sementara satu korban lainnya adalah seorang perempuan yang berasal dari Suku Unaukam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....