SMAN 1 Manokwari Perkuat Karakter dan Prestasi lewat Program Terpadu
- 20 Jul 2026 19:43 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – SMA Negeri 1 Manokwari menyiapkan sejumlah program prioritas pada tahun ajaran baru yang tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lulusan yang beriman, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, mengatakan seluruh program yang dijalankan mengacu pada visi sekolah, yakni beriman, unggul, dan berwawasan lingkungan. Menurutnya, pembentukan karakter menjadi fondasi utama sebelum siswa didorong meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Sebagai bentuk penguatan nilai keagamaan, sekolah mewajibkan siswa menjalankan kegiatan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Siswa muslim mengikuti program belajar membaca Al-Qur’an setiap hari Minggu dengan pendampingan guru agama Islam serta lembaga mitra, sedangkan siswa Kristen melaksanakan ibadah bersama setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.
“Berpijak pada visi SMA Negeri 1 Manokwari, beriman, unggul, dan berwawasan lingkungan. Kami memastikan setiap anak dapat melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Anak-anak muslim kami wajib belajar mengaji setiap hari Minggu, sedangkan yang Kristen wajib beribadah setiap hari Jumat di sekolah. Kami juga memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi anak untuk beribadah,” ujar Lucinda Patricia Mandobar saat diwawancarai RRI Manokwari pada Senin, 20 Juli 2026.
Selain membangun kehidupan religius, sekolah juga menerapkan berbagai program pembinaan karakter. Kegiatan apel pagi, doa bersama sebelum pembelajaran, hingga evaluasi rutin setiap pekan menjadi sarana untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta membangun budaya belajar yang lebih baik. Evaluasi kegiatan belajar mengajar dilakukan setiap hari Kamis untuk siswa dan setiap Sabtu bagi para guru.
Sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui penyediaan kantin sehat, ruang terbuka, taman, serta area diskusi yang dapat dimanfaatkan siswa untuk berinteraksi tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun status sosial. Menurut Lucinda, lingkungan sekolah yang kondusif akan mendukung tumbuhnya hubungan yang harmonis antarsiswa.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru turut menjadi perhatian. Seluruh tenaga pendidik didorong untuk terus mengembangkan kemampuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga pembentuk karakter yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Lucinda berharap seluruh program yang dijalankan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar menjadi rumah kedua bagi peserta didik. Dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh perhatian, sekolah optimistis dapat melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....