OSIS SMA YPK Oikumene Dorong Generasi Muda Aktif Lestarikan Budaya Papua
- 21 Agt 2026 20:38 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kegiatan keagamaan, bakti sosial, hingga aktivitas organisasi siswa dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Tidak hanya mengasah kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar bekerja sama, membangun empati, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Ketua OSIS SMA YPK Oikumene Manokwari, Raflesia Limfe Yomaki, mengatakan kegiatan keagamaan dan bakti sosial memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter. Menurutnya, pembentukan karakter akan lebih mudah dipahami ketika siswa terlibat langsung dalam kegiatan bersama.
“Kalau untuk kegiatan keagamaan dan bakti sosial, dari kegiatan keagamaan dan bakti sosial itu membantu misi sosialisasi untuk membentuk karakter kami menjadi jujur, terus berakhlak dan juga bertakwa. Sedangkan kegiatan bakti sosial itu melatih kami untuk bisa memiliki rasa empati, untuk bisa mau bekerja sama dengan teman-teman yang lain,” ujar Raflesia, Jumat, 21 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari generasi muda, Raflesia juga menilai perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Papua, kepada masyarakat yang lebih luas. Media digital dinilai menjadi sarana yang dekat dengan kehidupan pelajar saat ini.
Ia menyebut berbagai platform seperti Instagram, TikTok dan Facebook dapat digunakan untuk memperkenalkan kesenian dan budaya Papua kepada masyarakat di luar daerah. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi cara baru bagi generasi muda untuk menjaga eksistensi budaya tanpa terlepas dari perkembangan zaman.
“Teknologi misalnya HP, terus media sosial kayak Instagram, TikTok, Facebook dan lain sebagainya untuk memperkenalkan budaya Papua ini ke orang-orang di luar,” katanya.
Selain kegiatan sosial dan pemanfaatan teknologi, Raflesia menilai organisasi siswa seperti OSIS serta kegiatan seni memiliki kontribusi besar dalam membangun kepercayaan diri pelajar. Ia mencontohkan keterlibatan OSIS dalam menyiapkan berbagai kegiatan saat momentum kemerdekaan, seperti lomba baca puisi, cerpen dan pentas seni.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan atau perlombaan, tetapi memberikan pengalaman kepada siswa untuk berorganisasi, bekerja sama, menambah wawasan, sekaligus membangun karakter. Raflesia berharap generasi muda Papua terus menjaga budaya daerah agar tidak tergerus pengaruh budaya luar dan tetap bangga terhadap identitas yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....