BNNP Papua Barat Terapkan Edukasi Narkoba Sesuai Sasaran

  • 01 Jul 2026 11:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat terus mengembangkan metode penyuluhan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat sebagai upaya meningkatkan efektivitas pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan usia, latar belakang pendidikan, hingga kondisi sosial budaya masyarakat di setiap wilayah.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Barat, Sri Sutanti, pada Rabu, 1 Juli 2026 mengatakan materi penyuluhan tidak dapat disampaikan dengan pola yang sama kepada seluruh kelompok sasaran. Sebelum turun ke lapangan, pihaknya terlebih dahulu mempelajari karakter peserta agar metode edukasi yang digunakan lebih mudah dipahami.

Menurutnya, untuk anak usia dini dan sekolah dasar, penyuluhan tidak difokuskan pada pengenalan jenis-jenis narkoba. Sebaliknya, edukasi lebih diarahkan pada pembentukan pola hidup sehat melalui cerita, permainan edukatif, dan kebiasaan memilih makanan yang aman.

"Kami tidak mengenalkan bentuk narkoba kepada anak-anak karena justru bisa memunculkan rasa ingin tahu. Yang kami tanamkan adalah kebiasaan hidup sehat dan kemampuan membedakan mana yang baik dan tidak baik sejak usia dini," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan berbeda diterapkan kepada pelajar SMP dan SMA. Pada kelompok usia tersebut, penyuluhan lebih banyak dilakukan melalui komunikasi dua arah yang membahas risiko penyalahgunaan narkoba, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.

Sementara itu, untuk mahasiswa, materi penyuluhan dikembangkan melalui pendekatan yang lebih analitis. Diskusi tidak hanya membahas dampak kesehatan, tetapi juga aspek hukum, kebijakan pemerintah, hingga isu-isu yang berkembang, termasuk wacana legalisasi ganja yang mulai menjadi bahan diskusi di kalangan mahasiswa.

Sri menambahkan, keberhasilan penyuluhan sangat dipengaruhi oleh kemampuan penyuluh dalam memahami kebutuhan audiens. Oleh karena itu, setiap kegiatan selalu diawali dengan pemetaan sasaran agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif.

Ia berharap pendekatan edukasi yang adaptif tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba sekaligus membangun ketahanan diri generasi muda sehingga mampu menolak berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika di lingkungan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....