Sulawesi Tengah Resmi Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV
- 30 Jun 2026 18:45 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Musyawarah Nasional Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan peserta Munas setelah musyawarah untuk mufakat belum mencapai kesepakatan.
Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, mengatakan Munas diikuti oleh 30 peserta dari berbagai provinsi, sementara satu provinsi, Gorontalo, tidak hadir.
"Awalnya kita ingin bermusyawarah mufakat, tetapi dari hasil Munas peserta kemudian bersepakat melalui voting dan sekitar 27 suara memilih Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah," kata Luksen pada Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Sulawesi Tengah dan Papua Barat Daya sama-sama menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara. Namun, mayoritas peserta memilih Sulawesi Tengah karena daerah tersebut belum pernah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional.
Menurut Luksen, keputusan itu bukan karena adanya rekomendasi khusus dari pihak tertentu, melainkan murni hasil pilihan peserta Munas yang menginginkan pemerataan kesempatan bagi daerah-daerah yang belum pernah menjadi penyelenggara.
"Peserta melihat sudah saatnya Sulawesi Tengah mendapat kesempatan. Papua Barat Daya juga belum pernah, tetapi pilihan mayoritas akhirnya jatuh kepada Sulawesi Tengah," ujarnya.
Luksen menegaskan, penyelenggaraan Pesparawi ke depan harus memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan lomba. Karena itu, Kementerian Agama mendorong agar tuan rumah menyusun konsep kegiatan berdasarkan empat indikator utama, yakni spiritualitas, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
Ia menjelaskan, aspek spiritualitas tetap menjadi fondasi utama melalui keterlibatan jemaat dan masyarakat dalam mempersiapkan Pesparawi. Sementara pendekatan budaya dan ekonomi kreatif diharapkan mampu mengangkat potensi lokal serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga harus menjadi perhatian. Menurutnya, Pesparawi merupakan kegiatan berskala nasional yang unik dan hanya dimiliki Indonesia sehingga berpotensi menarik kunjungan wisatawan.
"Kalau ribuan orang bisa datang mengikuti Pesparawi, mengapa kita tidak mendorong agar wisatawan, bahkan dari luar negeri, juga datang menyaksikan kegiatan ini. Itu menjadi tantangan bagi penyelenggara berikutnya," kata Luksen.
Ia berharap Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan pengalaman penyelenggaraan Pesparawi XIV di Papua Barat sebagai referensi untuk menghadirkan Pesparawi Nasional XV yang lebih berdampak, baik bagi pembinaan iman umat maupun pengembangan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....