Karnaval Budaya Pesparawi XIV, Merawat Persaudaraan dalam Bingkai Keberagaman

  • 19 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Jalan-jalan utama Kota Manokwari berubah menjadi panggung kebudayaan yang penuh warna pada Jumat 19 Juni 2026. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan parade budaya yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat.

Dari ujung barat hingga timur Indonesia, kontingen dari 38 provinsi tampil mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing. Beragam ornamen budaya, miniatur rumah adat, tarian tradisional, hingga musik daerah berpadu dalam satu iring-iringan yang menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Karnaval budaya ini bukan sekadar parade seremonial. Di tengah semarak warna-warni busana adat dan gemuruh tepuk tangan masyarakat, tersimpan pesan kuat tentang bagaimana keberagaman Indonesia dapat hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh persaudaraan. Sejalan dengan semangat Pesparawi, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antarsuku, budaya, dan daerah dalam satu ikatan kebangsaan.

Keunikan Papua Barat sebagai tuan rumah juga tampak melalui keterlibatan berbagai paguyuban Nusantara yang bermukim di Manokwari. Mereka turut menampilkan identitas budaya masing-masing, berdampingan dengan budaya asli Papua yang menjadi wajah utama daerah ini. Atraksi budaya yang ditampilkan memperlihatkan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama.

Di sepanjang rute karnaval, masyarakat terlihat antusias mengabadikan momen ketika peserta menampilkan kekayaan budaya daerah mereka. Ada yang membawa simbol adat, memainkan alat musik tradisional, hingga menampilkan tarian khas yang menjadi kebanggaan daerah asal. Setiap penampilan seolah mengajak masyarakat mengenal lebih dekat wajah Indonesia yang majemuk namun tetap satu.

Bagi Manokwari, karnaval budaya ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan Papua Barat sebagai tanah yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Pesparawi Nasional XIV bukan hanya perhelatan paduan suara gerejawi, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan lintas daerah melalui budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Saat senja mulai turun di Kota Injil, iring-iringan peserta terus melangkah dengan semangat. Di balik ragam pakaian adat dan bahasa daerah yang berbeda, tersirat satu pesan yang sama, keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Melalui Karnaval Budaya Pesparawi XIV, Manokwari kembali menegaskan bahwa persatuan Indonesia tumbuh kuat ketika budaya dan persaudaraan berjalan beriringan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....