Kanker Prostat Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Pria

  • 17 Jun 2026 17:28 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat kembali dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kanker dan tumor yang digelar di lingkungan RRI Manokwari pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Adam Ramadhan, Tim Sosialisasi Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) sebagai narasumber yang memberikan penjelasan mengenai bahaya kanker prostat pada pria.

Dalam pemaparannya, Adam menekankan bahwa kanker prostat merupakan salah satu penyakit keganasan yang secara khusus menyerang laki-laki. Penyakit ini tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga pada pria setelah penyakit jantung dan stroke.

“Prostat merupakan kanker yang hanya ditemukan pada laki-laki karena berkaitan dengan kelenjar prostat. Secara tingkat risiko, penyakit ini berada di urutan ketiga setelah jantung dan stroke sebagai penyebab kematian pada pria,” jelas Adam.

Ia menguraikan bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat, di antaranya gaya hidup yang tidak sehat, aktivitas kerja yang mengharuskan duduk dalam waktu lama, beban kerja fisik berat, konsumsi alkohol, serta pola perilaku seksual yang tidak terkontrol.

Adam juga menambahkan bahwa kondisi tertentu dalam kehidupan rumah tangga dapat turut memengaruhi kesehatan prostat apabila tidak diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan teratur, meskipun faktor utama tetap berasal dari aspek medis dan biologis.

Menurutnya, kanker prostat umumnya ditandai dengan gangguan pada sistem urinasi, seperti sulit buang air kecil, aliran urine yang tidak lancar, rasa nyeri di bagian bawah perut hingga punggung, serta adanya darah dalam urine.

“Gejala seperti buang air kecil yang tidak tuntas, nyeri, atau adanya darah pada urine tidak boleh diabaikan. Segera lakukan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Adam menegaskan, salah satu tantangan utama dalam penanganan kanker prostat adalah keterlambatan diagnosis akibat rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini. Banyak pasien datang dalam kondisi lanjut karena mengabaikan gejala awal atau merasa enggan memeriksakan diri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah paling efektif dalam mencegah perkembangan penyakit agar tidak mencapai stadium berbahaya yang sulit ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....