Pesparawi Nasional XIV Dorong Gerakan Ekoteologi dan Pengurangan Sampah Plastik.

  • 25 Mei 2026 18:54 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang pujian dan seni suara gerejawi, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui gerakan ekoteologi.

Panitia bersama Kementerian Agama mulai menggencarkan kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai selama rangkaian kegiatan berlangsung, Sabtu 23 Mei 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni mengajak seluruh peserta, official, panitia, dan tamu undangan menggunakan tumbler pribadi sebagai wadah minum.

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor mengatakan, kegiatan keagamaan harus mampu menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan.

“Kita harus mampu menjadi motor penggerak utama dalam mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, Pesparawi Nasional XIV harus memberi dampak nyata, bukan hanya dalam bidang seni dan spiritualitas, tetapi juga terhadap kesadaran ekologis masyarakat.

“Lomba ini di satu sisi adalah perhelatan seni dan spiritual, namun di sisi yang lain harus memberikan dampak nyata bagi kelestarian alam,” tambahnya.

Semangat tersebut sejalan dengan program “Manokwari Nol Sampah” yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Manokwari guna menekan persoalan sampah plastik yang dinilai menjadi ancaman serius bagi lingkungan.

Sebagai Kota Injil, Manokwari diharapkan tidak hanya dikenal karena sejarah masuknya Injil di Tanah Papua, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Panitia menyadari kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi berpotensi meningkatkan volume sampah selama kegiatan berlangsung. Karena itu, penggunaan tumbler didorong sebagai budaya baru yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama RI yang menekankan hubungan antara spiritualitas dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.

Dalam konteks Papua Barat yang memiliki kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati tinggi, menjaga lingkungan dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan warisan alam yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.

Melalui Pesparawi Nasional XIV, Manokwari ingin menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah yang tidak hanya ramah bagi peserta, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....