BPS Papua Barat Dorong Pemerintah Perkuat Produksi Lokal Kendalikan Inflasi

  • 07 Jun 2026 22:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menilai penguatan produksi lokal dan perbaikan rantai pasok menjadi langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dalam jangka panjang.

Statistisi Ahli Muda BPS Papua Barat, Putu Krishnanda Supriyatna, mengatakan tingginya inflasi yang terjadi pada April 2026 dipengaruhi berbagai faktor, terutama kenaikan biaya transportasi dan kondisi ekonomi global.

Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar memberikan dampak berantai terhadap biaya distribusi barang dan jasa yang akhirnya berpengaruh pada harga di tingkat konsumen.

Putu menjelaskan, sebagian besar kebutuhan masyarakat Papua Barat masih didatangkan dari luar daerah sehingga perubahan biaya transportasi langsung memengaruhi harga berbagai komoditas.

“Kondisi global dan biaya bahan bakar memiliki dampak yang besar karena hampir seluruh distribusi barang bergantung pada transportasi. Ini membuat efeknya terasa hingga ke berbagai sektor kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu melakukan langkah cepat untuk mengidentifikasi sumber utama kenaikan harga, baik di tingkat produsen, distributor maupun pedagang ritel.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga didorong membangun sistem rantai pasok yang lebih efektif dan efisien guna mengurangi biaya distribusi yang selama ini menjadi salah satu pemicu inflasi.

Putu menambahkan, peningkatan produksi pangan lokal harus menjadi prioritas agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat berkurang secara bertahap.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program diversifikasi pangan serta penguatan produksi lokal mampu menciptakan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat Papua Barat di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....