HIPMI Papua Barat Fokus Perluas Akses Modal dan Jaringan Usaha
- 06 Mei 2026 16:29 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Ketua Umum HIPMI Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyoroti pentingnya membuka akses permodalan dan jaringan usaha bagi pengusaha lokal sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya dalam sebuah kegiatan Rakerda HIPMI di Manokwari, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Lamek, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha, khususnya Orang Asli Papua, bukan pada kemampuan berusaha, melainkan keterbatasan akses yang dimiliki.
“Yang menjadi kendala utama itu akses permodalan dan juga jaringan. Ini yang membuat banyak pengusaha lokal sulit berkembang,” kata Lamek.
Ia menjelaskan, HIPMI Papua Barat telah mengambil langkah konkret melalui program pembagian modal usaha kepada puluhan pengusaha. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 52 pelaku usaha di berbagai wilayah.
“Kami sudah jalankan program bagi-bagi modal usaha kepada 52 pengusaha di Papua Barat,” ucap Lamek.
Selain itu, Lamek juga mengingatkan bahwa angka kemiskinan di Papua Barat masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian bersama dari seluruh pihak.
“Kalau melihat data, masih ada lebih dari 100 ribu masyarakat berada di bawah garis kemiskinan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa HIPMI tidak ingin hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan ekonomi berbasis kewirausahaan.
“Kita tidak boleh hanya jadi penonton, tetapi harus ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi itu penting, karena kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mendorong kemajuan Papua Barat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....