Transportasi Dominasi Inflasi, Angkutan Udara Jadi Penyumbang Terbesar
- 05 Mei 2026 23:25 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Kenaikan inflasi pada April 2026 di Papua Barat didorong kuat oleh sektor transportasi dan harga pangan. Kedua kelompok ini menjadi faktor utama yang memicu kenaikan harga di wilayah tersebut.
Kepala BPS Papua Barat, Merry, mengungkapkan bahwa kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 10,88 persen.
“Kelompok ini memberikan andil sebesar 1,3 persen terhadap total inflasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil mencapai 1,17 persen. Selain itu, angkutan laut turut menyumbang 0,07 persen dan bahan bakar solar sebesar 0,06 persen.
Menurut Merry, kenaikan tarif transportasi, khususnya angkutan udara, menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi bulan April.
“Ini yang paling besar mendorong inflasi dibanding komoditas lainnya,” katanya.
Selain transportasi, sejumlah komoditas pangan juga mengalami kenaikan harga. Di antaranya ikan tuna, ikan layang atau momar, serta tomat yang memberikan kontribusi terhadap inflasi.
Di Papua Barat Daya, kondisi serupa juga terjadi. Inflasi bulanan tercatat sebesar 0,66 persen, dengan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,37 persen.
“Secara umum, baik Papua Barat maupun Papua Barat Daya menunjukkan pola yang sama, di mana transportasi dan pangan menjadi faktor utama pendorong inflasi,” ucap Merry.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....