Ribuan Usulan Program Warnai Musrenbang RKPD Otsus Teluk Bintuni
- 25 Apr 2026 10:14 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni - Sebanyak 2.256 usulan program dan kegiatan disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 23–24 April 2026, di Kantor Bupati SP 3, Distrik Manimeri, dan diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta para pemangku kepentingan.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Rivaldi Kwando, menjelaskan bahwa dari ribuan usulan tersebut, sebagian telah terinput dalam sistem perencanaan nasional. Pada rancangan awal RKPD, tercatat sebanyak 147 program, 352 kegiatan, dan 1.449 subkegiatan telah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD RI). Sementara itu, pada aplikasi SIP3 RI terdapat 153 subkegiatan.
“Ada beberapa penyesuaian dalam pola dan sistem, baik di SIPD RI, SIP3, maupun SIKD Otsus terkait mekanisme Musrenbang Otsus. Kita telah melewati tahapan mulai dari tingkat kampung, distrik hingga kabupaten. Harapannya, seluruh program ini dapat direalisasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” ujar Rivaldi.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musrenbang yang telah berpartisipasi aktif selama proses berlangsung. Ia menilai diskusi yang dilakukan bersifat konstruktif, berbasis data, dan berorientasi solusi sebagai fondasi penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Dengan berakhirnya rangkaian Musrenbang RKPD dan Musrenbang Otsus tahun 2027, saya menegaskan bahwa hasil musyawarah ini harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran. Setiap program harus konsisten dengan prioritas yang telah disepakati serta memiliki indikator kinerja yang jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan program harus selaras dengan tema pembangunan tahun 2027, yaitu akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri. Menurutnya, fokus pembangunan tidak hanya pada pertumbuhan semata, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah, daya saing daerah, serta penciptaan lapangan kerja.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memastikan keterpaduan perencanaan lintas sektor, menghindari duplikasi program, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat. Optimalisasi investasi dan pengembangan industri, lanjutnya, harus didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta kemudahan perizinan.
Selain itu, hasil Musrenbang diharapkan selaras dengan visi RPJMD Kabupaten Teluk Bintuni 2025–2029, yaitu mewujudkan daerah yang sehat, enerjik, religius, andal, smart, dan inovatif.
Bupati juga menegaskan pentingnya disiplin dalam pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi program. Monitoring berkala serta langkah korektif yang cepat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan dan sinergi semua pihak,” tutupnya.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh program yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....