Semangat Kartini Hidup di Pondok Baca Papua Cerdas

  • 21 Apr 2026 14:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting bagi para pegiat literasi perempuan untuk terus mendorong kesetaraan melalui pendidikan. Hal ini juga digaungkan oleh Ketua Perkumpulan Sastra Papua Senja (Sapase), Merry Christine Rumainum, yang aktif menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak dan remaja perempuan di Papua.

Melalui program Pondok Baca Papua Cerdas, Sapase menghadirkan ruang literasi yang tidak sekadar tempat membaca, tetapi juga menjadi “rumah mimpi” bagi anak-anak perempuan. Di ruang ini, mereka didorong untuk membangun kepercayaan diri, menyadari nilai diri, serta berani bermimpi setinggi mungkin.

“Anak-anak perempuan harus sadar bahwa mereka berharga dan punya hak untuk bermimpi. Pondok baca ini hadir untuk itu,” ujar Merry.

Program ini juga menjadi wadah aman bagi anak-anak untuk bertanya dan belajar berbagai hal yang tidak selalu mereka dapatkan di sekolah formal, termasuk mengenali potensi diri serta memahami cara menjaga diri. Sapase turut menghadirkan pendekatan kreatif melalui terapi seni seperti mendongeng, menggambar, latihan teater, dan membaca puisi, guna membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka.

Namun, Merry mengakui bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar. Banyak anak perempuan yang harus membantu pekerjaan rumah tangga hingga ke kebun, sehingga waktu untuk belajar menjadi terbatas. Selain itu, kurangnya bahan bacaan yang relevan dengan budaya Papua serta masih adanya pandangan bahwa pendidikan perempuan tidak terlalu penting, turut menjadi hambatan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sapase menghadirkan berbagai inovasi, seperti menyusun buku cerita yang kontekstual dengan kehidupan anak-anak Papua, serta menerapkan metode belajar yang menyenangkan melalui permainan, seni, dan aktivitas kreatif lainnya. Pendekatan kepada orang tua, khususnya para ibu, juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan.

Selain itu, Sapase juga menghadirkan figur-figur perempuan Papua inspiratif sebagai teladan, agar anak-anak memiliki contoh nyata dalam meraih mimpi mereka.Dalam semangat Raden Ajeng Kartini, Merry berharap anak-anak perempuan Papua dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berani menentukan masa depan mereka sendiri.

“Kami ingin mereka menjadi ‘Kartini kecil’ yang berani berbicara, berani memilih, dan berani menulis cerita hidupnya sendiri. Literasi adalah kunci agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan,” ucapnya.

Melalui gerakan literasi yang terus digelorakan Sapase, semangat Kartini kini hadir dalam bentuk nyata memberdayakan anak-anak perempuan Papua untuk bermimpi, belajar, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....