Kampung Bola Fanimo Semarakkan Euforia Piala Dunia 2026

  • 12 Jun 2026 17:14 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Euforia Piala Dunia 2026 sangat terasa di Manokwari. Warga Fanimo (Fanindi Pantai) kembali menghias lingkungan mereka dengan berbagai mural dan ornamen bertema sepak bola yang menjadikan kawasan tersebut dikenal sebagai Kampung Bola.

Koordinator Kampung Bola Fanimo, Elim Aronggear, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia sekaligus upaya memperindah lingkungan.

Menurut Elim, ide menghadirkan Kampung Bola berawal dari banyaknya tembok kosong di lingkungan permukiman yang dinilai dapat dimanfaatkan menjadi media kreativitas bagi warga dan pemuda setempat.

"Dari melihat tembok-tembok kosong, muncul ide untuk membuat gambar-gambar bertema sepak bola dan negara-negara peserta. Kami kemudian mengajak teman-teman dan pemuda untuk bersama-sama mengecat dan menghias kampung," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara swadaya. Warga yang mendukung berbagai negara peserta seperti Brasil, Argentina, Belanda, hingga Jerman turut menyumbangkan cat, kuas, maupun tenaga untuk menyelesaikan mural yang menghiasi kawasan tersebut.

Elim mengatakan Kampung Bola Fanimo telah ada sejak sekitar empat tahun lalu. Saat itu warga mengikuti perlombaan dengan menampilkan mural bertema sepak bola. Tradisi tersebut kemudian terus dipertahankan setiap kali ada perhelatan sepak bola internasional, termasuk saat Euro dan kini Piala Dunia 2026.

"Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi motivasi bagi pemuda-pemuda di Fanindi agar lebih semangat berkarya dan ikut membangun lingkungan mereka," katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Fanimo, Budi Rumbekwan, mengatakan kehadiran Kampung Bola telah meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026.

Menurutnya, mural dan berbagai atribut sepak bola yang menghiasi lingkungan membuat suasana kampung menjadi lebih hidup. Anak-anak dan pemuda pun semakin terdorong untuk berolahraga dan terlibat dalam kegiatan positif.

"Dengan adanya gambar-gambar ini, masyarakat menjadi lebih antusias menyambut Piala Dunia. Anak-anak juga semakin bersemangat bermain bola dan berkegiatan bersama," ujarnya.

Selain mempercantik lingkungan, warga juga rutin melaksanakan kerja bakti untuk menjaga kebersihan kawasan. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala, baik di dalam kompleks maupun di sepanjang jalan sekitar permukiman.

Menjelang bergulirnya Piala Dunia, warga juga telah menyiapkan lokasi nonton bareng yang akan menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara bersama-sama.

Budi menegaskan, meskipun warga memiliki tim dan negara favorit yang berbeda-beda, perbedaan tersebut justru menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

"Perbedaan pilihan negara tidak membuat kami terpecah. Justru melalui Piala Dunia ini kami semakin mempererat kebersamaan dan persaudaraan antarwarga," katanya.

Melalui Kampung Bola Fanimo, warga berharap semangat olahraga, kreativitas, dan kebersamaan terus tumbuh sehingga memberikan dampak positif bagi generasi muda dan masyarakat sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....