BNNP Papua Barat Soroti Peningkatan Narkoba di Kalangan Remaja
- 03 Apr 2026 21:57 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat mencatat tren peningkatan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari. Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja.
Penyuluh Ahli Muda BNNP Papua Barat, Sri Sutanti, S.Psi., mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut terlihat dari hasil tes urin di sejumlah sekolah yang menunjukkan tren kenaikan setiap tahun. Bahkan, setelah pandemi COVID-19, angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar mengalami lonjakan signifikan.
Ia menjelaskan, jenis narkotika yang paling banyak digunakan oleh pelajar tingkat SMP dan SMA adalah ganja. Hal ini dipengaruhi oleh faktor geografis Papua yang dekat dengan Papua Nugini, sehingga ketersediaan ganja relatif melimpah dan mudah diakses dengan harga terjangkau.
Sri Sutanti menambahkan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada masa depan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang terintegrasi dari berbagai pihak.
BNNP Papua Barat, kata dia, telah menjalankan sejumlah program pencegahan, di antaranya penguatan ketahanan keluarga, pembinaan ketahanan diri remaja anti narkoba melalui pengembangan soft skill, serta edukasi yang dilakukan melalui media sosial dan kunjungan langsung ke sekolah.
Selain itu, edukasi juga dilakukan dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pada masa pengenalan lingkungan sekolah, guna memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.
Sri Sutanti juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, antara lain faktor keluarga, pribadi, dan lingkungan. Namun, pengaruh teman sebaya dinilai menjadi faktor dominan melalui ajakan, tekanan, maupun keinginan untuk diterima dalam pergaulan.
“Harapannya untuk para remaja diera digitalisasi ini akan semakin banyak pengaruh sehingga mohon untuk selektif lagi, untuk pengaruh baik diterima kalau pengaruh buruk harus berani mengungkapkan kalau itu tidak boleh masuk, jangan dipilih demi masa depan kalian yang masih panjang dan cerah tanpa penyalahgunaan narkoba,” kata Sri Sutanti.
Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba dapat berdampak serius bagi remaja, mulai dari putus sekolah, gangguan pola pikir, hingga kecanduan yang berujung pada kerusakan masa depan. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....