Fakultas Hukum UNCRI Gelar Yudisium Perdana di Manokwari
- 27 Mar 2026 20:53 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum Universitas Caritas Indonesia menggelar yudisium perdana dan pelepasan lulusan Sarjana Hukum (S.H.) tahun akademik 2025/2026, Rabu, 25Maret 2026, di salah satu hotel di Manokwari.
Dekan Fakultas Hukum, Dr. Henrikus Renjaan, SH., LL.M dalam sambutannya menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengakuan formal atas capaian intelektual, kedisiplinan, serta integritas mahasiswa yang telah menyelesaikan studi.
“Para lulusan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memikul tanggung jawab moral dan profesional sebagai bagian dari komunitas penegak hukum di Indonesia, khususnya di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lulusan hukum saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks di tengah arus globalisasi dan dinamika regulasi. Karena itu, kemampuan legal reasoning atau penalaran hukum menjadi hal penting dalam menjembatani antara norma hukum dan realitas di lapangan.
Menurutnya, dunia hukum membutuhkan sarjana yang adaptif, berintegritas, serta memiliki kepekaan terhadap keadilan sosial dan kepastian hukum.
“Gelar Sarjana Hukum bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian. Lulusan dituntut menjunjung tinggi prinsip keadilan, kepastian, dan kemanfaatan dalam setiap peran,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Caritas Indonesia, Prof. Dr. Roberth Hammar, SH.,M.Hum., MM., CLA, menekankan bahwa yudisium merupakan momentum peneguhan identitas sebagai sarjana hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan peradaban.
“Hari ini bukan sekadar kelulusan, tetapi awal pengabdian. Saudara harus menjaga keseimbangan antara keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik hukum di Tanah Papua memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengakomodasi hukum adat, pengelolaan sumber daya alam, serta akses keadilan bagi masyarakat.
“Lulusan harus menjadi jembatan antara hukum negara dan hukum adat, sekaligus menjadi penjaga keadilan bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam profesi hukum.
“Ilmu hukum tanpa integritas sangat berbahaya. Dunia hukum tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan pribadi yang jujur dan berani,” tegasnya.
Kegiatan yudisium perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi Fakultas Hukum UNCRI, sekaligus menandai lahirnya generasi pertama sarjana hukum yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan hukum yang berkeadilan, khususnya di Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....