Dukungan Kepala Kampung dan Masyarakat, Kunci Sukses Eliminasi Malaria

  • 21 Agt 2024 14:02 WIB
  •  Manokwari

KBRN,Manokwari: Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari aparat kampung,tokoh masyarakat, lurah dan RT serta perwakilan Dinas Kesehatan mengikuti pelatihan “Strategi komunikasi, perubahan perilaku dan penggerakan masyarakat bagi tokoh kunci” yang dilaksankan oleh Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Sub Receipent (SR) Yayasan Tifa Mandiri (Yatima) selama 4 hari di Manokwari.

Agustinus W. Prasetyo selaku SSR Trafesia Kab. Teluk Wondama Program Malaria Perdhaki yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut melibatkan peserta dari 5 Kabupaten di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Tujuannya untuk membekali peserta dengan meningkatkan kapasitas tokoh kunci dalam kegiatan advokasi.

Advokasi tersbeut seperti memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip advokasi, strategi dan taktik advokasi yang efektif serta komunikasi dan penggerakan masyarakat.

“Harapanya temen-temen yang ada di kampung ini dapat berkomunikasi dan menggerakan masyarakat dalam mendorong program malaria di kampung serta mendapat dukungan dari Kepala Kampung “ Ujar Agustinus, Rabu (21/8/2024)

Agustinus menjelaskan strategi program yang diberikan adalah dengan advokasi, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mendapat dukungan kebijakan dan membangun kesadaran kritis masyarakat dan diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat ditingkat kampung.

“Dengan adanya dukungan seluruh masyarakat tentu pelaksanaan program malaria akan bisa dijalankan dengan baik dan mencapai target yang diharapkan yaitu eleminasi malaria.,” Kata Agus menambahkan.

Ia juga mengatakan di akhir kegiatan nantinya peserta akan melakukan praktek langsung di salah satu kampung di DIstrik Manokwari Utara. Disana mereka akan melihat potensi penularan malaria yang terjadi di kampung kemudian menyusun rencana stategi tindak lanjut hasil yang ditemukan di lapangan.

Tidak hanya itu, usai pelatihan tersebut pihaknya juga akan melakukan pendampingan dengan mendorong pembentukan tim malaria di level kampung. Mendorong terbitnya peraturan/regulasi kampung terkait malaria sehingga bisa memaksimalkan pelaksanaan program malaria ditingkat kampung.

“Kami ada kegiatan diskusi kampung untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan malaria sekaligus monitoring kegiatan malaria di kampung, dan setelah kegiatan ini harapanya juga akan terbentuk tim-tim kerja yang ada di kampung yang bisa di monitoring oleh Kepala Kampung dan Baperkam,” Katanya lagi.

Sementara Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Manokwari, Ronny Kilala mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan edukasi dan sosialiasi tentang malaria yang menjadi penyakit mematikan di Tanah Papua kepada Kepala Kampung di Manokwari. Hampir di seluruh kampung telah mengganggarkan biaya dari dana desa untuk melakukan tindak pencegahan seperti penyemprotan untuk pencegahan bibit nyamuk malarian dan pemberian insentif untuk menunjang kegiatan kader malaria.

Disinggung terkait kendala, Ronny mengatakan sejauh ini pihaknya tidak mengalami kendala di lapangan khususnya program Malaria. Pasalnya sebagai pendamping desa, pihaknya telah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya dana desa untuk dianggarkan bagi pencegahan malaria guna menjauhkan masyarakat dari bahaya penyakit malaria, sehingga seluruh kampung di Manokwari telah menganggarkan dari dana desa yang diterima.

“Kami sebagai pendamping desa telah menjelaskan kepada masyarakat tentang akibat fatal penyakit malaria seperti apa sehingga penting dianggarkan dari dana desa untuk pencegahan. Di tahun 2023, seluruh kampung sudah menganggarkan dari dana desa, Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Unicef terkait program malaria, dan terkadang meminta data mereka sebagai bahan acuan kami mengambil kebijakan di tingkat kampung,” Ujar Ronny. (Widya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....