Kasus HIV Teluk Bintuni Meningkat, Pengawasan Diperketat Bersama
- 18 Jun 2026 17:11 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus memperkuat upaya pengendalian penyakit menular melalui pendataan, pemeriksaan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara akurat jumlah masyarakat yang telah terinfeksi berbagai penyakit menular, seperti HIV, TB, dan penyakit lainnya, sekaligus menjadi dasar penyusunan program kesehatan pada tahun mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Yohanis Manobi Rabu, 17 Juni 2026 menuturkan, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Teluk Bintuni hingga Mei 2026, jumlah kasus HIV di Kabupaten Teluk Bintuni telah mencapai 1.350 kasus. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 70 orang dinyatakan positif HIV.
Dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut, pemerintah daerah mendapat target dari pemerintah pusat untuk melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 18 ribu orang. Hingga saat ini, jumlah masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan baru mencapai sekitar 2.500 orang. Pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat dicapai hingga Desember 2026 melalui peningkatan kegiatan skrining dan keterlibatan berbagai pihak.
Untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan, pemerintah menggelar pertemuan yang melibatkan kepala distrik, kepala puskesmas, kepala kelurahan, tokoh agama, tokoh perempuan, serta unsur keamanan. Pertemuan tersebut bertujuan membangun komitmen bersama dalam menekan angka penyebaran penyakit menular, khususnya HIV.
Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa kasus HIV yang telah terdata saat ini diperkirakan baru sebagian kecil dari kondisi sebenarnya. Dengan menggunakan pendekatan teori gunung es, jumlah kasus yang terlihat diyakini masih lebih sedikit dibandingkan kasus yang belum terdeteksi di masyarakat.
"HIV bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," Kata Yohanis Manobi.
Penyebaran HIV dinilai dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perilaku seksual berisiko, lemahnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan remaja, serta dampak konsumsi minuman keras yang dapat memicu perilaku berisiko.
Untuk itu, Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Namun, keberhasilan pengendalian HIV membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan karena persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat.
Pemerintah juga mendorong peran keluarga dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak dan remaja agar terhindar dari pergaulan yang berisiko terhadap penularan penyakit menular. Selain itu, aparat keamanan, termasuk kepolisian dan TNI, diharapkan turut memperkuat pengawasan terhadap peredaran minuman keras yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu perilaku berisiko.
Di sisi lain, pemerintah daerah menilai perlu adanya penataan tempat hiburan malam (THM) dalam satu kawasan tertentu agar pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit menular, termasuk HIV, dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.
Melalui kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap laju penyebaran HIV dan penyakit menular lainnya dapat ditekan, sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....