Dampak Asap Kebakaran terhadap Kesehatan Masyarakat

  • 01 Sep 2026 18:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID - Kebakaran hutan, lahan, maupun tempat pembuangan sampah tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian material, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran mengandung berbagai partikel dan zat berbahaya yang dapat mencemari udara dan mengganggu sistem pernapasan manusia.

Di Manokwari, masyarakat dalam beberapa waktu terakhir sempat merasakan dampak asap yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir di Sowi. Bahkan asap yang terbawa angin menjangkau kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Direktur RSUP Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, M.Epid, menjelaskan bahwa paparan asap kebakaran dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan pernapasan yang serius.

"Keluhan yang paling sering ditemukan adalah batuk, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, serta sesak napas. Pada kondisi tertentu, asap juga dapat memperburuk penyakit yang sudah diderita seseorang, seperti asma dan penyakit paru kronis," ujarnya dalam Dialog Interaktif RRI Manokwari.

Menurutnya, dampak paparan asap tidak selalu muncul secara langsung. Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan pada awalnya, tetapi jika paparan berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu lama, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat.

Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Khusus

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap kebakaran. Sistem pernapasan mereka masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih mudah terpengaruh oleh kualitas udara yang buruk.

Selain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung juga perlu mendapatkan perhatian khusus saat terjadi pencemaran udara akibat asap.

"Kelompok-kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat kebakaran," kata dr. Arnold.

Gangguan pada Saluran Pernapasan Atas

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL), dr. Asmawati, Sp.THT-BKL, CIM, HC.MSc, menjelaskan bahwa hidung dan tenggorokan merupakan bagian tubuh yang pertama kali terkena dampak saat seseorang menghirup asap.

Partikel-partikel halus yang terkandung dalam asap dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas. Akibatnya, seseorang dapat mengalami hidung terasa perih, tenggorokan gatal, batuk, bersin, hingga suara serak.

"Asap mengandung berbagai zat yang dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan. Jika paparan berlangsung terus-menerus, keluhan yang muncul bisa menjadi lebih berat," jelasnya.

Selain saluran pernapasan, mata juga sering mengalami iritasi akibat paparan asap. Gejala yang muncul antara lain mata merah, perih, berair, dan terasa tidak nyaman.

Langkah Perlindungan Diri

Untuk mengurangi dampak kesehatan akibat asap kebakaran, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95, juga sangat dianjurkan.

Selain itu, masyarakat diminta menutup pintu dan jendela saat asap cukup tebal, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi hingga kondisi udara membaik.

Segera Periksa Jika Muncul Gejala Berat

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah terpapar asap. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, batuk berkepanjangan, atau gejala yang semakin memburuk, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Jangan menunggu kondisi menjadi berat. Jika ada tanda-tanda bahaya seperti sulit bernapas atau serangan asma yang tidak membaik, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit," tegas dr. Arnold.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran. Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Asap kebakaran bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pencemaran udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....