49 Warga Pesisir Terduga TBC, IDI Temukan Beragam Penyakit
- 20 Agt 2026 21:26 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Pelayanan kesehatan bergerak yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Teluk Bintuni menemukan berbagai persoalan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Teluk Bintuni. Dari kegiatan yang berlangsung di Kampung Yakati, Distrik Wamesa dan Kampung Sara, Distrik Kaitaro pada 13–17 Agustus 2026, sebanyak 49 warga teridentifikasi sebagai terduga Tuberkulosis (TBC) paru.
Pelayanan yang dilaksanakan menggunakan Kapal Bintuni Sehat itu menghadirkan dokter umum dan sejumlah dokter spesialis, mulai dari spesialis anak, jantung, paru, saraf, bedah, bedah onkologi, kebidanan dan kandungan hingga anestesiologi. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua IDI Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra Yahya, mengatakan pelayanan kesehatan bergerak dilakukan untuk menjangkau masyarakat pesisir yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Jarak yang jauh tidak boleh menjadi penghalang masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu kami membawa dokter spesialis, tenaga kesehatan, obat-obatan dan peralatan medis langsung ke kampung-kampung melalui Kapal Bintuni Sehat,” ujar dr. Wiendo, Kamis 20 Agustus 2026.
Selain menemukan puluhan warga yang diduga menderita TBC paru, tim medis juga mendapati sejumlah kasus TBC kelenjar, penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi jamur kulit, gizi buruk, stunting, anemia pada ibu hamil, rematik, nyeri tulang belakang, kondisi pascastroke hingga sakit kepala kronis.
Untuk memastikan diagnosis TBC, sampel dahak dari warga yang terindikasi penyakit tersebut telah dikumpulkan dan akan diperiksa lebih lanjut di RSUD Teluk Bintuni.
Di bidang pelayanan spesialistik, tim dokter juga melakukan tindakan operasi bagi warga yang membutuhkan. Di Kampung Yakati, tiga pasien menjalani operasi tumor jinak dan satu pasien hernia, sementara di Kampung Sara terdapat lima pasien operasi tumor jinak dan satu pasien hernia yang ditangani langsung di atas Kapal Bintuni Sehat.
Tidak hanya itu, layanan kesehatan mata juga diberikan kepada masyarakat. Sebanyak 23 warga Yakati dan 15 warga Sara menjalani pemeriksaan mata serta menerima kacamata baca secara gratis.
“Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga membagikan kacamata baca gratis kepada masyarakat yang membutuhkan agar aktivitas sehari-hari mereka dapat terbantu,” katanya.
Pada layanan kesehatan ibu dan anak, tim medis memeriksa **sembilan ibu hamil di Yakati dan tiga ibu hamil di Sara. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi anemia pada beberapa ibu hamil yang memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan.
Menurut dr. Wiendo, temuan berbagai penyakit tersebut menunjukkan pentingnya pelayanan kesehatan yang mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang akses transportasinya masih bergantung pada jalur laut.
“Temuan 49 terduga TBC paru dan kasus anemia pada ibu hamil menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Jangan menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi layanan yang harus menjangkau mereka,” Ucap Wiendo.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi pinang dan minuman keras, serta rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Di akhir kegiatan, IDI berharap Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dapat mendukung program pelayanan kesehatan bergerak agar dapat dilakukan secara rutin sedikitnya satu kali setiap bulan. Dengan dukungan anggaran, sumber daya manusia, obat-obatan dan alat kesehatan yang memadai, layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan spesialistik bagi masyarakat pesisir tanpa membebani biaya pengobatan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....