Bahaya Paparan Sinar UV bagi Kesehatan Manusia

  • 25 Agt 2026 07:09 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Sinar matahari merupakan bagian penting dalam kehidupan. Tubuh membutuhkan sinar matahari, salah satunya untuk membantu pembentukan vitamin D. Namun, di balik manfaat tersebut, paparan sinar ultraviolet atau UV secara berlebihan juga dapat membawa berbagai risiko bagi kesehatan.

Mengutif dari Ultraviolet Radiation and Skin Cancer , sinar UV merupakan radiasi yang berasal dari matahari. Secara umum, sinar ultraviolet terdiri dari UVA dan UVB yang dapat mencapai permukaan bumi. Jika kulit terlalu sering terpapar tanpa perlindungan yang cukup, dampaknya tidak hanya berupa kulit menjadi lebih gelap, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.

Salah satu dampak yang paling mudah terlihat adalah kulit terbakar atau sunburn. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit kemerahan, terasa panas, perih, bahkan dapat mengelupas. Paparan UV yang berulang juga dapat mempercepat proses penuaan kulit. Akibatnya, muncul kerutan, garis halus, flek hitam, dan kulit kehilangan elastisitasnya.

Yang lebih perlu diperhatikan, paparan sinar UV dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Kerusakan DNA pada sel kulit akibat radiasi ultraviolet yang terjadi berulang dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sel abnormal.

Bukan hanya kulit yang perlu dilindungi. Mata juga dapat terkena dampak paparan UV. Paparan berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata, termasuk katarak dan kerusakan pada jaringan mata. Karena itu, berada di bawah terik matahari dalam waktu lama tanpa perlindungan mata juga sebaiknya dihindari.

Lalu, bagaimana cara melindungi tubuh dari paparan sinar UV?

Pertama, kurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, terutama ketika intensitas UV sedang tinggi. Jika harus berada di luar ruangan, gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit, topi, dan kacamata hitam yang memberikan perlindungan terhadap UV.

Kedua, gunakan tabir surya atau sunscreen pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian. Pilih produk yang memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB, kemudian gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan ulangi pemakaian sesuai kebutuhan, terutama setelah berkeringat atau berenang.

Ketiga, jangan menganggap cuaca mendung berarti bebas dari sinar UV. Radiasi UV tetap dapat mencapai permukaan bumi meskipun matahari tidak terasa terik.

Pada akhirnya, sinar matahari memang memiliki manfaat bagi tubuh, tetapi paparan berlebihan bukan sesuatu yang boleh dianggap sepele. Melindungi kulit dan mata dari sinar UV merupakan bagian dari menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Jadi, sebelum beraktivitas di luar ruangan, jangan hanya memikirkan panasnya matahari. Ingat juga radiasi ultraviolet yang tidak selalu terlihat oleh mata. Lindungi kulit, lindungi mata, dan tetap nikmati manfaat matahari dengan cara yang lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....