Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak di Era Digital
- 12 Agt 2026 17:52 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi anak-anak. Mulai dari belajar, mencari informasi, berkomunikasi, hingga mendapatkan hiburan, semuanya kini dapat dilakukan melalui perangkat digital.
Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, penggunaan teknologi secara berlebihan juga perlu menjadi perhatian. Anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar dapat berisiko mengalami kurangnya aktivitas fisik, gangguan pola tidur, berkurangnya interaksi langsung dengan keluarga maupun teman, hingga munculnya berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Karena itu, menjaga kesehatan anak di era digital tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi fisiknya. Kesehatan mental juga menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Melihat kondisi tersebut, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara sehat dan bijak. Orang tua bukan hanya perlu menetapkan batasan penggunaan gawai, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.
Anak perlu diberikan kesempatan untuk bermain, bergerak, berinteraksi secara langsung, beristirahat dengan cukup, serta melakukan berbagai aktivitas di luar penggunaan perangkat digital.
Di sisi lain, orang tua juga perlu memahami dunia digital yang dekat dengan kehidupan anak. Dengan begitu, pendampingan tidak hanya berupa larangan, tetapi juga edukasi mengenai penggunaan internet, media sosial, permainan digital, serta cara menghadapi berbagai risiko di dunia maya.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Manokwari dengan tema “Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak di Era Digital”.
Dalam dialog tersebut, Rinjani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Pembahasan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata anak.
Sebab, teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu tumbuh kembang anak, bukan justru mengambil alih waktu bermain, belajar, berinteraksi, dan beristirahat.
Pada akhirnya, mendampingi anak di era digital membutuhkan perhatian, komunikasi, dan keteladanan dari orang tua. Bukan berarti anak harus dijauhkan dari teknologi, tetapi mereka perlu diajarkan bagaimana menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Anak yang sehat bukan hanya anak yang sehat secara fisik, tetapi juga anak yang merasa aman, didengar, dihargai, dan mendapatkan ruang untuk berkembang secara mental dan emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....