Batas Aman Penggunaan Parasetamol Drops setelah Dibuka

  • 06 Mei 2026 16:13 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Parasetamol dalam bentuk tetes (drops) merupakan obat yang sangat umum digunakan pada bayi dan anak untuk menurunkan demam serta meredakan nyeri ringan. Karena bentuknya cair dan digunakan berulang kali, muncul pertanyaan di kalangan orang tua mengenai berapa lama obat ini tetap aman digunakan setelah kemasan dibuka.

Dalam praktik kefarmasian, dikenal istilah Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu penggunaan obat setelah pertama kali dibuka. Untuk sediaan cair seperti parasetamol drops, secara umum dianjurkan penggunaannya tidak lebih dari sekitar 30 hari sejak botol dibuka, meskipun tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan masih lama.

Pembatasan waktu ini bukan tanpa alasan. Setelah botol dibuka, obat akan terpapar udara, cahaya, dan kemungkinan kontaminasi dari lingkungan sekitar. Sediaan cair memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi mikroorganisme dibandingkan bentuk tablet atau kapsul, terutama jika penggunaan melibatkan pipet yang berulang kali keluar-masuk botol.

Selain itu, stabilitas kimia parasetamol dalam bentuk larutan dapat menurun seiring waktu, terutama bila penyimpanan tidak sesuai anjuran seperti terpapar panas atau sinar matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan kadar zat aktif berkurang sehingga efektivitas obat tidak lagi optimal.

Dari sisi kebijakan dan edukasi kesehatan, prinsip ini sejalan dengan pendekatan yang digunakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam penggunaan obat pada anak. Keduanya menekankan pentingnya keamanan, kualitas, dan penggunaan obat yang rasional, termasuk memperhatikan masa simpan setelah kemasan dibuka.

Meskipun tidak selalu disebutkan secara spesifik angka “1 bulan” pada setiap panduan, prinsip kehati-hatian terhadap sediaan cair tetap menjadi bagian dari edukasi kepada tenaga kesehatan dan orang tua.

Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk selalu mencatat tanggal pertama kali membuka botol parasetamol drops, menyimpannya sesuai petunjuk pada kemasan, serta memperhatikan perubahan fisik seperti warna, bau, atau kejernihan larutan. Jika sudah melewati 30 hari atau terdapat tanda-tanda perubahan, obat sebaiknya tidak digunakan lagi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Langkah sederhana ini penting untuk memastikan bahwa pengobatan yang diberikan kepada anak tetap aman dan efektif.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....