Cemara Laut Bukan Cemara Biasa, Ini Faktanya

  • 29 Agt 2026 18:36 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Cemara laut merupakan salah satu jenis pohon yang banyak dijumpai di kawasan pesisir, terutama di daerah berpasir.

Meskipun bentuknya menyerupai pohon cemara, tanaman ini sebenarnya bukan termasuk kelompok cemara sejati (Pinus atau Cupressus). Cemara laut memiliki nama ilmiah Casuarina equisetifolia L. dan termasuk dalam famili Casuarinaceae.

Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan beberapa nama lokal, antara lain cemara udang, eru, aru, dan ai samara.

Cemara laut memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan pesisir. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah berpasir, memiliki toleransi terhadap garam dan kekeringan, serta mampu bertahan menghadapi angin kencang. Karakteristik tersebut menjadikannya penting dalam penghijauan dan pengelolaan kawasan pantai.

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah bagian yang tampak seperti daun jarum. Sebenarnya, bagian tersebut terutama merupakan ranting hijau yang beruas-ruas, sedangkan daun sejatinya telah mengalami reduksi menjadi struktur kecil menyerupai sisik. Ranting-rantingnya yang ramping dan lentur membuat tajuk cemara laut tampak seperti berdaun jarum dan dapat bergerak mengikuti hembusan angin.

Cemara laut juga menghasilkan struktur buah yang menyerupai kerucut kecil. Di dalamnya terdapat biji yang memiliki sayap sehingga dapat terbawa angin. Mekanisme penyebaran tersebut membantu tanaman ini berkembang dan menyebar di lingkungan pesisir yang sesuai.

Secara alami, Casuarina equisetifolia memiliki wilayah persebaran yang luas di kawasan tropis. PROSEA mencatat persebaran alaminya mulai dari Australia bagian utara, kawasan Malesia, hingga Melanesia dan Polinesia. Spesies ini juga telah ditanam di berbagai wilayah tropis lainnya.

Habitat khasnya adalah kawasan pantai, khususnya daerah berpasir dan wilayah di atas garis pasang tertinggi. Kew Science mencatat bahwa spesies ini dapat ditemukan di area berpasir di sekitar pantai dan hutan semak pesisir.

Keberadaan cemara laut tidak hanya memberikan nilai estetika bagi kawasan pantai. Pohon ini juga mempunyai fungsi ekologis yang penting.

Pertama, cemara laut dapat digunakan untuk membantu mengurangi erosi dan menstabilkan pasir pantai. Sistem perakarannya yang berkembang dengan baik membantu mempertahankan struktur tanah dan pasir. FAO.Org mencatat bahwa tanaman ini dimanfaatkan untuk pengendalian erosi dan stabilisasi gumuk pasir.

Kedua, cemara laut dapat berfungsi sebagai pemecah angin (windbreak). Kemampuannya bertahan dalam kondisi angin pesisir membuatnya sesuai untuk ditanam sebagai bagian dari penghijauan kawasan pantai.

Ketiga, tanaman ini memiliki hubungan simbiosis dengan bakteri penambat nitrogen dari kelompok Frankia. Hubungan tersebut memungkinkan terbentuknya bintil pada akar dan membantu proses fiksasi nitrogen. Karena itu, cemara laut dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan nitrogen di lingkungan tempat tumbuhnya.

Walaupun cemara laut memiliki banyak manfaat, penanaman suatu spesies pohon tidak seharusnya dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi ekosistem setempat. Casuarina equisetifolia telah diperkenalkan ke berbagai kawasan di luar persebaran alaminya dan tercatat dalam basis data IUCN Environmental Impact Classification for Alien Taxa (EICAT) untuk kajian dampak spesies asing. Karena itu, pengelolaan dan penanaman di luar habitat alaminya perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu keanekaragaman hayati lokal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....