Planet Layak Huni Belum Tentu Dihuni

  • 06 Mei 2026 17:24 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Dilansir dari Sci Tech Daily, penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak planet yang sebelumnya dianggap menjanjikan untuk kehidupan ternyata mungkin jauh dari layak huni. Selama ini, ilmuwan sering mengandalkan konsep habitable zone, yaitu wilayah di sekitar bintang tempat suhu memungkinkan keberadaan air cair.

Namun, studi terbaru dari University of Washington menegaskan bahwa posisi yang “pas” saja tidak cukup. Planet juga harus memiliki jumlah air yang memadai untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. Dalam studi yang dipublikasikan di The Planetary Science Journal, peneliti menemukan bahwa planet seukuran Bumi membutuhkan setidaknya 20 hingga 50 persen volume air laut Bumi agar tetap layak huni.

Jumlah ini diperlukan untuk mendukung siklus karbon geologis, yaitu sistem alami yang mengatur suhu planet melalui pertukaran karbon antara atmosfer, permukaan, dan interior planet. Tanpa cukup air, proses penting seperti hujan dan pelapukan batuan tidak berjalan optimal, sehingga karbon dioksida terus menumpuk di atmosfer dan memicu pemanasan ekstrem.

Temuan ini menjadi penting karena dari lebih dari 6.000 eksoplanet yang telah dikonfirmasi, banyak di antaranya berada di zona layak huni tetapi kemungkinan memiliki kondisi yang sangat kering. Melalui simulasi komputer, para peneliti menunjukkan bahwa planet kering cenderung mengalami kegagalan dalam menjaga stabilitas iklimnya.

Ketika air semakin berkurang, suhu meningkat, yang pada akhirnya mempercepat penguapan hingga planet menjadi terlalu panas untuk menopang kehidupan. Dengan kata lain, keberadaan air saja tidak cukup jumlah dan distribusinya juga sangat menentukan.

Contoh terdekat dari fenomena ini adalah Venus, yang diduga pernah memiliki kondisi mirip Bumi namun kini menjadi planet dengan suhu ekstrem. Perbedaan kecil dalam jumlah air awal diduga menyebabkan ketidakseimbangan siklus karbon, sehingga memicu efek rumah kaca tak terkendali.

Studi ini memberi wawasan baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi: para ilmuwan kini harus lebih selektif dalam menentukan kandidat planet layak huni, dengan mempertimbangkan tidak hanya lokasi, tetapi juga ketersediaan air dan stabilitas sistem iklimnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....