Hewan Bercangkang Dunia dengan Fakta Evolusi Menakjubkan

  • 12 Mei 2026 07:22 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Binatang bercangkang merupakan salah satu contoh adaptasi paling menakjubkan dalam sejarah evolusi. Dari siput kecil hingga penyu raksasa, cangkang telah membantu berbagai spesies bertahan selama ratusan juta tahun.

Dilansir dari Springer Link menurut penelitian biologi evolusi dan jurnal zoologi internasional, cangkang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga berperan dalam menjaga kelembapan, membantu pergerakan, hingga membentuk ekosistem laut dan sungai, berikut hewan bercangkang yaitu:

  1. Siput Laut dan Kerang, Dilansir dari Encylopdia Britannia Moluska adalah kelompok hewan bercangkang terbesar di dunia. Menurut ensiklopedia biologi internasional Britannica, sebagian besar moluska memiliki cangkang yang tersusun dari kalsium karbonat dan dihasilkan oleh jaringan tubuh bernama mantel, Penelitian dalam jurnal Frontiers in Zoology menjelaskan bahwa keragaman bentuk cangkang moluska berasal dari proses biomineralisasi, yaitu kemampuan organisme membentuk struktur keras dari mineral alami. Proses ini menghasilkan berbagai pola spiral, duri, dan tekstur unik pada cangkang.
  2. Penyu Laut, Penyu Hijau merupakan salah satu hewan bercangkang paling terkenal di dunia laut. Tempurung penyu berbeda dari cangkang moluska karena tersusun dari tulang yang menyatu langsung dengan kerangka tubuhnya, Penelitian evolusi vertebrata yang dipublikasikan dalam jurnal Science melalui kajian ilmuwan dari Smithsonian Institution menjelaskan bahwa reptil laut seperti penyu mengalami perubahan anatomi besar selama jutaan tahun untuk beradaptasi dengan kehidupan di lautan, Tempurung penyu membantu melindungi organ vital dari predator sekaligus memperkuat tubuh saat berenang di arus samudra.
  3. Kura-Kura Darat, Kura-Kura Galapagos dikenal sebagai salah satu hewan berumur paling panjang di dunia. Beberapa individu dapat hidup lebih dari satu abad, Ahli paleontologi menyebut desain cangkang kura-kura sebagai salah satu inovasi evolusi tertua yang masih bertahan hingga sekarang. Cangkang bagian atas disebut karapas, sedangkan bagian bawah dinamakan plastron. Kedua bagian ini bekerja seperti perisai alami yang melindungi tubuh kura-kura dari ancaman predator dan kondisi lingkungan ekstrem.
  4. Kerang Air Tawar, Penelitian terbaru yang dimuat dalam Scientific American menunjukkan bahwa kerang air tawar memiliki peran penting sebagai penyaring alami ekosistem sungai, Hewan ini membantu membersihkan air dengan menyaring partikel organik dan mikroorganisme dari aliran sungai, Penelitian ekologi dalam jurnal Oikos juga menjelaskan bahwa cangkang kerang dapat menjadi “rumah” bagi organisme kecil lain dan membantu menjaga keseimbangan lingkungan perairan.
  5. Kepiting Kelomang, Kepiting Kelomang memiliki strategi unik untuk bertahan hidup. Tidak seperti siput atau kura-kura, kelomang tidak memiliki cangkang permanen. Mereka menggunakan cangkang kosong milik hewan lain sebagai pelindung tubuh lunaknya, Para peneliti perilaku hewan menemukan bahwa beberapa spesies kelomang bahkan dapat saling bertukar cangkang secara berurutan ketika menemukan rumah baru yang lebih besar.

    Mengapa Cangkang Sangat Penting?

Menurut berbagai jurnal zoologi dan penelitian biodiversitas internasional, cangkang memiliki beberapa fungsi utama:

  1. Melindungi tubuh dari predator
  2. Menjaga kelembapan tubuh
  3. Menyimpan mineral penting seperti kalsium
  4. Membantu adaptasi terhadap lingkungan ekstrem
  5. Menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....