Pemkab Manokwari Dorong Kemandirian Organisasi Perempuan

  • 21 Agt 2026 19:08 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Pemerintah Kabupaten Manokwari menilai keberlangsungan organisasi perempuan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan hibah pemerintah. Organisasi dituntut mampu membangun kemandirian melalui penguatan kapasitas, inovasi, tata kelola dan pengembangan potensi yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manokwari, Jefrry Sahuburua, saat membuka talkshow Merdeka dari Ketergantungan dengan tema “Memutus Rantai Ketergantungan, Mewujudkan Keberlanjutan Organisasi”, Kamis, 20 Agustus 2026.

Jefrry mengatakan, pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun keluarga dan masyarakat. Perempuan, kata dia, harus diberikan kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi merupakan subjek, penggerak dan kekuatan penting dalam pembangunan,” katanya.

Ia mengatakan, persoalan ketergantungan dalam organisasi tidak hanya menyangkut aspek keuangan. Keterbatasan pengetahuan, keterampilan, akses terhadap sumber daya dan kemampuan mengelola organisasi juga dapat membuat sebuah organisasi sulit berkembang secara mandiri.

Karena itu, Jefrry meminta organisasi perempuan mulai membangun pola pikir yang berorientasi pada kemandirian.

Menurutnya, organisasi yang kuat ditandai dengan adanya visi yang jelas, kepemimpinan yang baik, kaderisasi, program yang bermanfaat serta kemampuan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.

“Bantuan hibah pemerintah merupakan dukungan dan stimulan. Tetapi organisasi harus mampu membangun kemandirian,” katanya.

Ia berharap bantuan hibah yang diterima organisasi dapat dimanfaatkan sebagai modal awal untuk melahirkan kegiatan produktif, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan kegiatan rutin.

“Jadikan hibah sebagai titik awal bagi pertumbuhan kemandirian organisasi, bukan justru menciptakan ketergantungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, mengatakan talkshow tersebut diselenggarakan untuk memperkuat kemampuan organisasi perempuan dalam mengelola kelembagaan secara berkelanjutan.

Menurut Alberthina, ketergantungan finansial dan programatik masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi.

Karena itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pengurus organisasi berpikir mandiri, memperoleh strategi pengelolaan organisasi yang berkelanjutan serta meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan strategis.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pengelolaan keuangan daerah, perencanaan pembangunan, pengawasan pemerintahan dan organisasi perempuan.

Peserta terdiri dari ketua dan bendahara organisasi calon penerima hibah di Kabupaten Manokwari.

Alberthina berharap para peserta dapat membawa pulang gagasan dan strategi yang dapat diterapkan di masing-masing organisasi, khususnya dalam membangun sumber pendanaan, memperkuat kelembagaan dan meningkatkan manfaat program bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir pemikiran-pemikiran baru, strategi baru dan komitmen bersama untuk membangun organisasi perempuan yang semakin mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Manokwari melalui DPA DP3AKB Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap penguatan kemandirian organisasi perempuan dapat berkontribusi terhadap lahirnya keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....