Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Alumni P2TIM Bintuni
- 14 Mei 2026 14:10 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni- Kematian tragis Kristian Roberto Suu (20), alumni P2TIM Petrotekno asal Teluk Bintuni, mulai menemukan titik terang. Polisi Halmahera Selatan mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini melakukan pengejaran intensif.
Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, Iptu Wahyu Hermawan, mengatakan penyelidikan terus berjalan bersama jajaran Polsek Obi setelah korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Obi pada Jumat, 17 April 2026. “Dari hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, kami sudah mengantongi identitas yang diduga sebagai pelaku,” ujar Wahyu Hermawan, Kamis 13 Mei 2026.
Kristian diketahui merupakan pemuda asal Kampung Horna Baru Atibo, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni. Setelah lulus dari P2TIM Petrotekno pada Agustus 2025 sebagai alumni Angkatan XVIII, ia berangkat ke Maluku Utara untuk bekerja di perusahaan tambang.
Namun nahas, beberapa bulan bekerja, Kristian ditemukan tidak bernyawa. Hasil visum tim medis menunjukkan adanya luka tusuk pada bagian perut dan mata korban, sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.
Orangtua korban, Salomina Murmana, mengaku keluarga tidak mendapatkan penjelasan yang memadai sejak menerima kabar duka hingga pemulangan jenazah ke Teluk Bintuni. “Kami hanya diberitahu kalau Kristian meninggal. Setelah itu jenazah dipulangkan begitu saja tanpa ada penjelasan jelas,” Kata Salomina.
Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban, Bupati meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ezra mendampingi keluarga ke Halmahera Selatan untuk menelusuri perkembangan kasus.
“Korban adalah anak daerah yang harus mendapatkan perlindungan hukum dan rasa keadilan. Kami berharap kasus ini diungkap hingga pelaku diproses sesuai hukum,” kata Yohanis Manibuy.
Pendamping hukum keluarga korban dari LBH Ezra, Daud Daniel Balubun SH, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Halmahera Selatan yang dinilai terbuka dalam memberikan informasi perkembangan penyelidikan. Menurut Daniel, pihak keluarga telah menerima penjelasan kronologis kejadian, mulai dari laporan penemuan jasad korban hingga proses evakuasi dan visum di rumah sakit.
“Kami berharap perkara ini benar-benar dituntaskan sampai ke pengadilan sebagaimana harapan keluarga dan pesan Bupati Teluk Bintuni,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Obi, Aipda M. Asril Mubarun, memastikan pihaknya akan terus memberikan perkembangan penyelidikan kepada keluarga korban melalui LBH Ezra. “Mohon doa dan dukungan masyarakat agar terduga pelaku segera tertangkap,” kata Asril.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....